Ilustrasi (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Provinsi Riau memperoleh pasokan listrik dari kombinasi pembangkit listrik yang berada di wilayahnya serta suplai energi melalui Sistem Interkoneksi Transmisi Sumatera.
Melalui sistem ini, listrik yang digunakan masyarakat berasal dari berbagai sumber energi yang terhubung dalam satu jaringan besar di Pulau Sumatera.
Sejumlah pembangkit listrik menjadi penopang utama kebutuhan energi di Riau. Salah satunya adalah PLTGU Riau di Tenayan Raya yang dikelola oleh PT Medco Ratch Power Riau.
Pembangkit berbasis gas dan uap tersebut memiliki kapasitas 275 Megawatt (MW) dan menjadi salah satu tulang punggung sistem kelistrikan di provinsi ini.
Selain itu, terdapat PLTU Tenayan Raya dengan kapasitas 2 x 110 MW yang menggunakan bahan bakar batu bara.
Baca juga: Profil Lengkap dan Kapasitas Pembangkit Listrik Andalan di Riau
Sementara itu, energi terbarukan turut berkontribusi melalui PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar yang memiliki kapasitas 114 MW dan memanfaatkan aliran air sebagai sumber energi utama.
Untuk mendukung keandalan pasokan listrik, sejumlah PLTMG (Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas) juga beroperasi di berbagai daerah. Pembangkit ini berfungsi membantu memenuhi kebutuhan listrik, terutama saat terjadi beban puncak penggunaan.
Meski memiliki sejumlah pembangkit lokal, kebutuhan listrik Riau yang terus meningkat akibat aktivitas industri, perkebunan, dan rumah tangga membuat provinsi ini juga bergantung pada pasokan energi dari luar daerah.
Riau terhubung dengan Sistem Interkoneksi Transmisi Sumatera melalui jaringan tegangan tinggi 275 kV dan 150 kV yang memungkinkan transfer daya antarprovinsi.
Melalui jaringan tersebut, Riau menerima suplai listrik dari Sumatera Barat, terutama dari pembangkit tenaga air seperti yang berada di kawasan Maninjau dan Singkarak.
Baca juga: Mengenal Pembangkit Listrik Utama yang Menjadi Jantung Energi di Riau
Energi tersebut disalurkan melalui jalur transmisi yang menghubungkan Payakumbuh dengan Perawang.
Selain dari Sumatera Barat, pasokan listrik juga mengalir dari wilayah Sumatera Bagian Selatan, termasuk Sumatera Selatan dan Jambi.
Daerah-daerah tersebut menyuplai energi yang dihasilkan dari pembangkit berbasis batu bara maupun panas bumi untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik di wilayah Riau.
Dengan sistem yang saling terhubung tersebut, pasokan listrik di Riau menjadi lebih stabil dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat serta sektor industri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan