RIAU - Kepulauan Riau menyimpan kekayaan hayati yang unik dan tidak dimiliki daerah lain di Indonesia.
Sebagai wilayah kepulauan dengan ekosistem hutan tropis, pesisir, dan laut yang beragam, daerah ini menjadi habitat berbagai satwa endemik dan hewan langka yang kini menghadapi ancaman serius akibat kerusakan habitat hingga perburuan liar.
Salah satu satwa paling ikonik adalah Kekah Natuna atau Presbytis natunae. Primata pemalu ini hanya hidup secara alami di Pulau Bunguran Besar, Natuna, dan telah masuk kategori rentan punah (Vulnerable).
Baca juga: Mengintip Keunikan Hewan Endemik di Kepulauan Riau, Ada yang Terancam Punah!
Kekah Natuna memiliki ciri khas lingkaran putih tebal di sekitar mata menyerupai kacamata, dengan perpaduan warna hitam, abu-abu, dan putih pada tubuhnya.
Populasi satwa endemik tersebut terus terancam akibat alih fungsi hutan menjadi lahan pertanian, pembangunan permukiman, serta aktivitas perburuan liar yang masih terjadi di beberapa kawasan hutan Natuna.
Selain Kekah Natuna, Kepulauan Riau juga memiliki Bintan Ranggur atau lutung khas Pulau Bintan. Satwa ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 300 ekor di habitat aslinya.
Masifnya pembangunan infrastruktur dan pembukaan lahan di Pulau Bintan menjadi ancaman utama bagi keberlangsungan hidup spesies tersebut.
Baca juga: Mengenal Lebih Dekat Ragam Hewan Endemik Asli Kebanggaan di Riau
Di sektor kelautan, Kakap Merah Darah atau Lutjanus sanguineus dikenal sebagai fauna identitas Provinsi Kepulauan Riau.
Ikan berwarna merah mencolok ini hidup di kawasan terumbu karang dan dasar laut berbatu. Namun tingginya permintaan pasar dan eksploitasi berlebihan tanpa pengawasan dikhawatirkan mengganggu keseimbangan ekosistem laut setempat.
Biota laut khas lainnya adalah Siput Gonggong yang selama ini menjadi ikon kuliner dan wisata Kepri.
Siput laut yang hidup di perairan berlumpur dan padang lamun tersebut mulai menghadapi ancaman kelangkaan akibat pengambilan secara masif tanpa memperhatikan masa reproduksi dan ukuran tangkap.
Sementara itu, kawasan hutan di Batam, Rempang, dan Galang juga menjadi habitat penting berbagai satwa dilindungi seperti Dugong, Binturung, Penyu Hijau, serta burung predator seperti Elang Laut Perut Putih dan Elang Bondol.
Baca juga: Mengintip Keunikan Hewan Endemik di Riau , Ada yang Terancam Punah!
Mamalia laut Dugong diketahui masih kerap muncul di perairan dangkal sekitar Bintan dan Batam yang memiliki hamparan lamun alami.
Sedangkan Penyu Hijau masih menjadikan sejumlah pantai terluar Kepulauan Riau sebagai lokasi peneluran, meski ancaman pencurian telur ilegal masih sering terjadi.
Kepulauan Riau juga disebut sebagai salah satu wilayah rawan jalur penyelundupan satwa ilegal internasional karena letaknya yang berbatasan langsung dengan negara tetangga.
Karena itu, perlindungan habitat alami serta penegakan hukum terhadap perdagangan satwa liar menjadi langkah penting untuk menjaga kelestarian satwa endemik dan langka di wilayah tersebut.
Pemerintah bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), pegiat lingkungan, dan masyarakat diharapkan terus memperkuat pengawasan serta edukasi konservasi agar kekayaan hayati Kepulauan Riau tetap lestari untuk generasi mendatang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan