Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 09 JULI 2026 • 01:41 WIB

Karhutla Kembali Terjadi di Pekanbaru, Satu Hektare Lahan Gambut di Air Hitam Terbakar

Karhutla Kembali Terjadi di Pekanbaru, Satu Hektare Lahan Gambut di Air Hitam TerbakarTim Gabungan Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Kali ini, api membakar sekitar satu hektare lahan gambut di Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Rabu (8/7/2026).

Hingga proses pemadaman berakhir pada sore hari, api belum berhasil dipadamkan sepenuhnya. Tim gabungan masih melanjutkan upaya pemadaman untuk memastikan kobaran api tidak meluas ke area sekitar.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, mengatakan kebakaran terjadi di lahan areal penggunaan lain (APL) dengan karakteristik tanah gambut. Vegetasi yang terbakar didominasi pakisan, semak belukar, serta tanaman kelapa sawit.

"Luas area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar satu hektare. Pada hari pertama penanganan, tim berhasil memadamkan sekitar 0,3 hektare, namun hingga sore hari status api masih belum padam sehingga proses pemadaman akan terus dilanjutkan," ujar Ferdian.

Operasi pemadaman melibatkan personel gabungan dari Manggala Agni Daops Sumatera IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, dan Polri.

Tim mulai melakukan pemadaman sekitar pukul 17.00 WIB hingga 19.00 WIB dengan menggunakan satu unit mesin pompa Mini Striker. Pola pemadaman difokuskan pada satu jalur untuk mengejar titik kepala api agar tidak merambat ke wilayah lain.

Menurut Ferdian, sumber air berasal dari kanal yang berada tidak jauh dari lokasi kebakaran dengan lebar sekitar dua meter dan kedalaman satu meter. Namun, kondisi lahan gambut membuat proses pemadaman berlangsung lebih sulit karena api membakar hingga ke bawah permukaan tanah.

"Karena kebakaran terjadi di lahan gambut dengan tipe kebakaran bawah permukaan dan permukaan, proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga membutuhkan penanganan lanjutan," jelasnya.

Selain mesin pompa Mini Striker, tim juga mengerahkan satu unit mobil angkut Strada, satu unit mesin induk ZS Power, dua selang hisap, 13 selang buang, tiga nozzle, serta satu konektor Y untuk mendukung operasi di lapangan.

Berdasarkan hasil pemantauan, cuaca di lokasi didominasi cerah hingga cerah berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam. Meski angin relatif rendah, petugas tetap meningkatkan kewaspadaan agar api tidak menyebar ke area yang lebih luas.

Ferdian menegaskan seluruh personel gabungan akan terus berada di lokasi hingga api benar-benar padam. Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama pada musim kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan dalam bentuk apa pun. Saat musim kering, api sangat mudah menyebar, terlebih pada lahan gambut. Pencegahan merupakan langkah paling efektif agar kebakaran tidak semakin meluas," tegasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Karhutla Kembali Terjadi di Pekanbaru, Satu Hektare Lahan Gambut di Air Hitam Terbakar

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!