Rabu, 10 JUNI 2026 • 11:53 WIB

Bendungan Terbesar di Riau Sejarah, Manfaat, dan Wisatanya

Author

Bendungan uwai di Kampar (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU – Provinsi Riau memiliki sejumlah bendungan, waduk, dan danau buatan yang berperan penting dalam mendukung kebutuhan listrik, pengairan pertanian, pengendalian banjir, hingga sektor pariwisata.

Dari berbagai infrastruktur tersebut, Waduk PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar tercatat sebagai bendungan dan waduk terbesar di Riau.

Waduk PLTA Koto Panjang dibangun di aliran Sungai Kampar pada tahun 1992 dan diresmikan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto. Pembangunan proyek strategis nasional tersebut mengharuskan relokasi sejumlah desa yang berada di kawasan genangan serta pemindahan satwa liar, termasuk Gajah Sumatera.

Selain menjadi sumber energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), waduk ini juga berfungsi mengendalikan debit air Sungai Kampar untuk mengurangi risiko banjir di wilayah hilir.

Kini, Waduk PLTA Koto Panjang berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Riau. Kawasan wisata Ulu Kasok yang dikenal sebagai “Raja Ampatnya Riau” menawarkan panorama gugusan pulau-pulau kecil di tengah waduk.

Sementara itu, Puncak Kompe menjadi lokasi favorit wisatawan untuk menikmati pemandangan alam dari ketinggian.

Danau Khayangan, Danau Buatan Favorit di Pekanbaru

Selain Waduk Koto Panjang, Riau juga memiliki Danau Khayangan atau Danau Buatan yang berada di Kelurahan Limbungan, Kecamatan Rumbai, Kota Pekanbaru.

Awalnya, kawasan ini merupakan bendungan irigasi yang berfungsi memasok kebutuhan air pertanian. Seiring perkembangan waktu, danau seluas sekitar 14 hektare tersebut bertransformasi menjadi objek wisata yang ramai dikunjungi masyarakat.

Danau Khayangan menawarkan suasana alam yang sejuk dengan latar perbukitan dan pepohonan rindang. Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti memancing, berkemah, hingga berburu spot foto.

Bendungan Uwai, Warisan Belanda yang Masih Berfungsi

Di Kabupaten Kampar juga terdapat Bendungan Uwai yang berlokasi di Desa Muara Uwai, Kecamatan Bangkinang Seberang. Bendungan ini merupakan peninggalan kolonial Belanda yang telah beroperasi sejak tahun 1934.

Hingga kini, Bendungan Uwai masih berperan sebagai pusat pengairan bagi ribuan hektare lahan pertanian dan mendukung sektor perikanan darat masyarakat setempat.

Lingkungan bendungan yang asri menjadikannya tempat favorit untuk memancing dan rekreasi keluarga dengan nuansa sejarah yang masih terasa kuat.

Bendungan Menaming Didorong Jadi Destinasi Wisata Baru

Sementara itu, Bendungan Menaming yang berada di Kabupaten Rokan Hulu juga memiliki peran penting bagi masyarakat. Bendungan ini menjadi sumber pengairan pertanian, penyedia air bersih, dan penunjang sanitasi warga.

Dalam beberapa tahun terakhir, kawasan Bendungan Menaming mulai dikembangkan sebagai destinasi wisata berbasis alam oleh masyarakat dan kalangan akademisi. 

Panorama pedesaan yang masih alami menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana tenang di kawasan tersebut.

Keberadaan waduk dan bendungan di Riau tidak hanya mendukung pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang besar bagi pengembangan sektor pariwisata berbasis alam yang berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU