Sabtu, 13 JUNI 2026 • 16:12 WIB

Profil Lengkap dan Kapasitas Pembangkit Listrik Andalan di Riau

Author

Ilustrasi (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU  – Provinsi Riau memiliki sejumlah pembangkit listrik strategis yang menjadi tulang punggung pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri. 

Di antara pembangkit tersebut, PLTGU Riau di Kawasan Industri Tenayan menjadi yang terbesar dengan kapasitas mencapai 275 Megawatt (MW), disusul PLTU Tenayan Raya berkapasitas 220 MW dan PLTA Koto Panjang sebesar 114 MW.

Ketiga pembangkit utama tersebut berperan penting dalam menopang sistem interkoneksi kelistrikan Sumatra Bagian Tengah, sehingga mampu menjaga keandalan pasokan listrik untuk kebutuhan rumah tangga maupun industri di Riau.

PLTGU Riau yang dikembangkan oleh PT Medco Ratch Power Riau (MRPR) menggunakan teknologi kombinasi gas dan uap (combined cycle) yang dikenal lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca juga: Mengenal Pembangkit Listrik Utama yang Menjadi Jantung Energi di Riau

Dengan kapasitas 275 MW, pembangkit ini mampu menyuplai kebutuhan listrik bagi lebih dari 340 ribu rumah tangga di jaringan Sumatra serta mendukung pertumbuhan sektor industri dan pariwisata di Riau.

Sementara itu, PLTU Tenayan Raya yang mulai beroperasi penuh sejak 2017 menjadi salah satu penopang utama kebutuhan listrik daerah.

Berlokasi di kawasan Sungai Siak, pembangkit berbahan bakar batu bara ini memiliki dua unit generator berkapasitas masing-masing 110 MW atau total 220 MW. 

Selain itu, PLTU Tenayan Raya juga mulai menerapkan program co-firing dengan memanfaatkan biomassa sebagai bagian dari upaya mendukung transisi energi yang lebih bersih.

Keberadaan PLTU Tenayan Raya disebut mampu menyumbang sekitar 30 persen kebutuhan listrik Provinsi Riau dan berfungsi sebagai pembangkit beban dasar (baseload) yang menjaga kestabilan sistem kelistrikan.

Di sektor energi terbarukan, PLTA Koto Panjang yang beroperasi sejak 1998 di Kabupaten Kampar menjadi andalan utama. 

Pembangkit listrik tenaga air ini memanfaatkan bendungan seluas sekitar 124 kilometer persegi yang menampung aliran Sungai Kampar Kanan dan Sungai Batang Mahat.

PLTA Koto Panjang memiliki kapasitas 114 MW yang dihasilkan dari tiga turbin hidrolik berdaya masing-masing 38 MW. 

Meski menjadi sumber energi bersih terbesar di Riau, produksi listriknya sangat bergantung pada kondisi curah hujan dan ketersediaan debit air waduk.

Selain ketiga pembangkit tersebut, PLTMG Duri di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis, turut memperkuat sistem kelistrikan Riau.

Pembangkit berbahan bakar gas ini memiliki kapasitas total 112 MW yang berasal dari tujuh unit mesin gas berkapasitas 16 MW per unit.

Kehadiran PLTMG Duri dinilai mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik regional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penggunaan bahan bakar minyak (BBM) yang lebih mahal.

Dengan kombinasi pembangkit berbasis gas, batu bara, dan energi terbarukan, sistem kelistrikan Riau saat ini memiliki fondasi yang kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi industri, serta kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU