Sabtu, 27 JUNI 2026 • 13:24 WIB

Istana Sayap Pelalawan, Jejak Kejayaan Kesultanan Melayu yang Masih Berdiri Kokoh di Riau

Author

Istana Sayap Pelalawan, Jejak Kejayaan Kesultanan Melayu yang Masih Berdiri Kokoh di Riau (Ramadhan Kurniawan putra)

Riau - Istana Sayap Pelalawan menjadi salah satu situs cagar budaya paling bersejarah di Provinsi Riau. Bangunan peninggalan Kesultanan Pelalawan ini tidak hanya menjadi simbol kejayaan Melayu, tetapi juga pernah berfungsi sebagai pusat pemerintahan, peradilan adat, dan kediaman resmi sultan beserta keluarganya.

Berdiri megah di tepi sungai, Istana Sayap merepresentasikan puncak kejayaan Kesultanan Pelalawan pada akhir abad ke-19.

Kompleks istana ini dibangun sebagai pusat administrasi pemerintahan sekaligus tempat berlangsungnya musyawarah adat, penyelesaian sengketa, hingga pelaksanaan berbagai upacara kerajaan.

Pembangunan Istana Sayap dimulai pada tahun 1892 atas prakarsa Sultan Pelalawan ke-11, Tengkoe Besaar Sontol Said Ali atau Sultan Syarif Ali. 

Pada awal pembangunannya, istana ini dikenal dengan nama Istana Ujung Pantai karena berada di kawasan muara Sungai Rasau. Namun, Sultan Syarif Ali wafat sebelum pembangunan selesai.

Penyelesaian bangunan kemudian dilanjutkan oleh penerusnya, Sultan Assyaidi Syarif Hasyim II. Pada tahun 1896, istana berhasil dirampungkan dengan penambahan dua paviliun di sisi kanan dan kiri bangunan utama. Sejak saat itulah kompleks kerajaan tersebut dikenal sebagai Istana Sayap.

Secara arsitektur, Istana Sayap memadukan gaya Melayu klasik dengan sentuhan arsitektur Eropa dan Timur Tengah. Kompleks yang berdiri di atas lahan seluas sekitar 4.327 meter persegi ini terdiri atas tiga bagian utama.

Bangunan utama atau Balairung berada di bagian tengah dan menjadi ruang singgasana tempat sultan menerima tamu kehormatan serta menggelar berbagai kegiatan resmi kerajaan. Di sisi kanan terdapat Balai Sayap Hulu yang difungsikan sebagai kantor pemerintahan dan ruang kerja sultan.

Sementara itu, Balai Sayap Hilir di sisi kiri digunakan sebagai Balai Penghadapan, yakni tempat masyarakat bertemu dengan sultan, bermusyawarah, serta menyelesaikan berbagai persoalan adat bersama para datuk.

Keberadaan dua paviliun di sisi kanan dan kiri bangunan utama menjadi ciri khas istana ini. Bentuknya menyerupai kepakan sayap burung yang melambangkan kebesaran kerajaan, perlindungan terhadap rakyat, serta keluhuran budaya Melayu.

Selain menjadi pusat pemerintahan, Istana Sayap juga menjadi simbol wibawa Kesultanan Pelalawan dalam menjaga adat istiadat dan kesejahteraan masyarakat di wilayahnya.

Meski sempat mengalami kebakaran hebat pada tahun 2012, pemerintah telah melakukan pemugaran sehingga bangunan bersejarah tersebut kembali berdiri sebagai salah satu destinasi wisata sejarah sekaligus pengingat kejayaan Kesultanan Pelalawan di Provinsi Riau.

Kini, Istana Sayap tetap menjadi salah satu warisan budaya penting yang mencerminkan kekayaan sejarah, arsitektur, dan nilai-nilai adat Melayu yang terus dijaga hingga saat ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU