Kota Dumai (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Provinsi Riau terus memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri terbesar di Pulau Sumatera melalui pengembangan tiga kawasan industri utama yang masuk dalam kategori Proyek Strategis Nasional (PSN).
Ketiga kawasan tersebut yakni Kawasan Industri Dumai, Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak, dan Kawasan Industri Tenayan di Kota Pekanbaru.
Keberadaan kawasan industri tersebut menjadi pilar penting dalam mendorong investasi, hilirisasi sumber daya alam, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Kawasan Industri Dumai (KID) menjadi kawasan industri terbesar di Provinsi Riau dengan luas lebih dari 1.800 hektare. Kawasan yang dikelola Wilmar Group ini berada di lokasi strategis dekat jalur perdagangan internasional Selat Malaka.
KID berfokus pada pengembangan industri pengolahan kelapa sawit terpadu, termasuk produksi Crude Palm Oil (CPO), oleokimia sebagai bahan baku kosmetik dan deterjen, hingga energi terbarukan berupa biodiesel.
Keunggulan kawasan ini terletak pada keberadaan pelabuhan mandiri, jaringan logistik ekspor yang terintegrasi, serta dukungan infrastruktur industri yang berorientasi pada konsep keberlanjutan atau sustainability.
Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB) yang berlokasi di Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, juga menjadi salah satu kawasan strategis yang diproyeksikan sebagai pusat industri berbasis sumber daya alam.
Kawasan seluas lebih dari 3.800 hektare tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemerintah Kabupaten Siak.
Fokus utama pengembangan KITB meliputi industri hilirisasi komoditas perkebunan, terutama pengolahan CPO dan produk turunannya, industri pengolahan limbah sawit, serta pengembangan energi biomassa.
Posisinya yang berada di kawasan pesisir dengan akses langsung ke jalur pelayaran internasional Selat Malaka menjadi nilai tambah yang mendukung aktivitas ekspor dan distribusi logistik.
Sementara itu, Kawasan Industri Tenayan (KIT) di Kota Pekanbaru dikembangkan sebagai kawasan industri modern yang terintegrasi dengan pusat pertumbuhan ekonomi perkotaan.
Kawasan ini difokuskan untuk pengembangan industri kimia dasar, logistik dan pergudangan, industri berbasis agro, serta sektor energi dan kelistrikan.
Keunggulan KIT terletak pada dukungan infrastruktur Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau serta konektivitas yang terhubung dengan jaringan Jalan Tol Trans-Sumatera.
Pengembangan kawasan tersebut diharapkan mampu menarik investasi baru sekaligus memperkuat posisi Pekanbaru sebagai pusat perdagangan dan industri di wilayah tengah Sumatera.
Selain tiga kawasan industri utama tersebut, Riau juga memiliki sejumlah kawasan industri yang sedang berkembang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan