Rabu, 15 JULI 2026 • 15:08 WIB

Mengintip Mayoritas Mata Pencaharian dan Profesi Warga di Provinsi Riau

Author

Petani (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Sektor pertanian, perkebunan, dan kehutanan masih menjadi sumber mata pencaharian utama masyarakat di Provinsi Riau.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Riau, sekitar 32 hingga 34 persen penduduk yang bekerja menggantungkan hidupnya pada sektor tersebut, menjadikannya lapangan usaha dengan penyerapan tenaga kerja terbesar di provinsi Riau.

Dominasi sektor pertanian didukung oleh luasnya areal perkebunan kelapa sawit dan karet yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. Selain itu, subsektor perikanan dan kelautan di wilayah pesisir juga turut memberikan kontribusi terhadap penyerapan tenaga kerja.

Di posisi kedua, sektor perdagangan besar dan eceran menyerap sekitar 18 hingga 20 persen tenaga kerja. Aktivitas ekonomi pada sektor ini mencakup perdagangan di pasar tradisional, toko ritel, hingga distribusi berbagai komoditas hasil perkebunan dan pertanian.

Sementara itu, sektor industri pengolahan menempati urutan ketiga sebagai lapangan pekerjaan terbesar. 

Industri ini didominasi oleh pengolahan kelapa sawit menjadi crude palm oil (CPO), industri bubur kertas, serta berbagai industri makanan dan minuman yang berkembang di Riau.

Meski jumlah tenaga kerja di sektor pertambangan dan penggalian tidak sebesar sektor pertanian, sektor ini tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Provinsi Riau. 

Kekayaan sumber daya alam berupa minyak bumi dan gas alam menjadikan pertambangan sebagai sektor strategis bagi perekonomian daerah.

Dari sisi status pekerjaan, mayoritas masyarakat Riau bekerja sebagai buruh, karyawan, atau pegawai dengan porsi sekitar 41 persen dari total angkatan kerja. 

Di sisi lain, sektor informal juga memiliki peran yang sangat besar, di mana lebih dari 52 persen pekerja berstatus sebagai wirausaha atau pekerja mandiri.

Kelompok pekerja mandiri tersebut meliputi petani yang mengelola lahan sendiri, pedagang di pasar tradisional, pelaku usaha mikro, serta penyedia berbagai jenis jasa. 

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor informal masih menjadi penopang penting dalam menciptakan lapangan kerja dan menggerakkan roda perekonomian di Provinsi Riau.

Keberadaan sektor pertanian, perdagangan, industri pengolahan, dan pertambangan menjadi fondasi utama pertumbuhan ekonomi Riau.

Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, penguatan sektor-sektor tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus membuka peluang kerja yang lebih luas di masa mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU