Gajah Sumatera (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah penting bagi kelestarian satwa liar di Pulau Sumatera. Kawasan hutan tropis seperti Taman Nasional Tesso Nilo hingga Bukit Tigapuluh masih menjadi habitat berbagai satwa langka yang kini terancam akibat perburuan liar, pembukaan lahan, dan kerusakan hutan.
Beberapa satwa dilindungi yang masih hidup di kawasan hutan Riau di antaranya Harimau Sumatera, Gajah Sumatera, Tapir Asia, Beruang Madu hingga Macan Dahan.
Satwa-satwa tersebut kini masuk dalam kategori terancam punah dan wajib mendapat perlindungan serius dari seluruh pihak.
Harimau Sumatera menjadi salah satu ikon satwa liar khas Sumatera yang populasinya terus menurun akibat menyusutnya habitat alami. Bahkan di kawasan Taman Nasional Tesso Nilo, jumlah Harimau Sumatera disebut semakin sedikit akibat alih fungsi hutan menjadi perkebunan sawit.
Selain harimau, Gajah Sumatera juga menghadapi ancaman serius. Penyempitan kawasan hutan membuat konflik antara manusia dan gajah semakin sering terjadi.
Data konservasi menyebut populasi gajah liar terus mengalami penurunan dalam beberapa tahun terakhir akibat perburuan dan kerusakan habitat.
Tidak hanya itu, Tesso Nilo juga dikenal sebagai rumah bagi berbagai satwa langka lainnya seperti Beruang Madu, Siamang, Macan Dahan, hingga Tapir Asia yang hidup di kawasan hutan dataran rendah Riau.
Pemerintah bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) terus mengimbau masyarakat agar tidak memburu, memelihara, ataupun memperjualbelikan satwa dilindungi.
Upaya konservasi dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem hutan dan mencegah kepunahan satwa khas Sumatera di Riau.
Kerusakan habitat akibat deforestasi dan ekspansi perkebunan disebut menjadi ancaman terbesar bagi keberlangsungan hidup satwa liar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan