Bacaan Doa Berbuka Puasa Sunnah Arafah dan Tarwiyah Jelang Idul Adha (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Menjelang Hari Raya IdulAdha, umat Muslim dianjurkan melaksanakan puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah yang memiliki banyak keutamaan.
Selain menahan lapar dan dahaga, umat Islam juga dianjurkan membaca niat serta doa berbuka puasa sebagaimana yang diajarkan Rasulullah SAW.
Puasa Tarwiyah dilaksanakan pada 8 Dzulhijjah, sedangkan puasa Arafah dilakukan pada 9 Dzulhijjah atau sehari sebelum Idul Adha.
Doa berbuka puasa sunnah ini pada dasarnya sama dengan doa berbuka puasa pada umumnya.
Berikut bacaan niat puasa sunnah Tarwiyah dan Arafah lengkap beserta doa berbukanya.
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَّةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillâhi ta'âlâ.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta'ala.”
Niat Puasa Sunnah Arafah
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
“Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillâhi ta‘âlâ.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta'ala.”
Selain membaca niat, umat Muslim juga dianjurkan membaca doa ketika berbuka puasa. Terdapat dua versi doa berbuka yang umum diamalkan.
Doa Berbuka Puasa Versi Pertama
ذَهَبَ الظَّمَأُ، وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الْأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
“Dzahabad zhama’u, wabtallatil ‘uruqu, wa tsabatal ajru, insya Allah.”
Artinya: “Telah hilang dahaga, telah basah urat-urat (tenggorokan), dan telah tetap pahala, insya Allah.”
Doa ini merupakan riwayat dari Abu Dawud dan sering dibaca Rasulullah SAW ketika berbuka puasa.
اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا
اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan