Selasa, 05 MEI 2026 • 13:19 WIB

Daftar Aksesoris Pelengkap Baju Adat Riau yang Sarat Makna Budaya

Author

Daftar Aksesoris Pelengkap Baju Adat Riau yang Sarat Makna Budaya (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Aksesori dalam busana adat Melayu Riau bukan sekadar pelengkap penampilan, tetapi memiliki makna mendalam sebagai simbol kehormatan, status sosial, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai Islami yang dijunjung tinggi masyarakat Melayu.

Setiap aksesori yang dikenakan, baik oleh laki-laki maupun perempuan, mencerminkan identitas budaya yang diwariskan turun-temurun.

Dalam adat Melayu Riau, busana tidak hanya menunjukkan keindahan, tetapi juga menggambarkan adab, kesopanan, dan kedudukan seseorang di lingkungan masyarakat.

Untuk laki-laki, salah satu aksesori utama adalah tanjak, laksamana, atau destar yang terbuat dari kain songket.

Baca juga: Mengenal Nama dan Filosofi Aksesoris Baju Adat Khas Riau

Penutup kepala ini melambangkan kewibawaan dan martabat pemakainya. Selain itu, terdapat kain samping yang dikenakan di pinggang hingga lutut. 

Cara pemasangan kain ini dipercaya menunjukkan status pernikahan, di mana posisi di bawah lutut menandakan sudah menikah, sedangkan di atas lutut menandakan masih lajang.

Kopiah atau songkok juga kerap digunakan dalam acara resmi maupun kegiatan sehari-hari sebagai lambang kesopanan. Sementara keris yang diselipkan di lipatan kain samping menjadi simbol keberanian, kehormatan, dan perlindungan diri bagi lelaki Melayu.

Sementara itu, aksesori perempuan Melayu Riau juga sarat makna. Puncak, yakni hiasan kepala berbahan songket berbentuk persegi menyerupai songkok, menjadi salah satu pelengkap utama.

Ada pula dukoh atau kalung bertingkat yang biasanya terdiri dari tiga, lima, atau tujuh lapis. Jumlah tingkatan ini kerap mencerminkan strata sosial pemakainya.

Pending, yakni ikat pinggang besar dari emas atau perak, berfungsi untuk mengencangkan kain sekaligus memperindah penampilan. Khusus bagi pengantin perempuan, terdapat perkakasan andam, yakni rangkaian hiasan kepala yang melambangkan keanggunan dan kemurnian.

Selain itu, selendang menjadi aksesori penting yang digunakan untuk menutupi bahu atau kepala sebagai simbol kesantunan serta identitas Islami masyarakat Riau.

Aksesori tersebut umumnya dipadukan dengan busana adat seperti Baju Kurung Labuh dan Teluk Belanga, yang hingga kini tetap menjadi identitas penting masyarakat Melayu di Provinsi Riau.

Pelestarian busana adat beserta aksesori tradisional ini dinilai penting sebagai upaya menjaga warisan budaya Melayu agar tetap dikenal generasi muda di tengah perkembangan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU