RIAU - Provinsi Riau tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil minyak dan perkebunan, tetapi juga menyimpan beragam destinasi wisata sejarah dan landmark estetik yang menarik perhatian wisatawan.
Mulai dari peninggalan Kesultanan Melayu, situs Buddha kuno, hingga bangunan modern futuristik, semuanya menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta budaya dan fotografi.
Baca juga: Belum Sah ke Sini Kalau Belum Mampir: Ini Deretan Landmark Pekanbaru
Keunikan wisata di Riau terletak pada perpaduan antara nilai sejarah, arsitektur khas Melayu, dan panorama yang sangat instagramable. Tidak heran jika sejumlah destinasi di daerah ini kerap menjadi tujuan wisata edukasi maupun wisata keluarga.
Istana Siak, Simbol Kejayaan Kesultanan Melayu
Salah satu ikon wisata sejarah paling terkenal di Riau adalah Istana Siak Sri Indrapura. Istana peninggalan Kesultanan Siak ini memiliki perpaduan arsitektur Melayu, Arab, dan Eropa yang terlihat megah dan elegan.
Bangunan berwarna kuning dengan ornamen klasik tersebut menyimpan berbagai koleksi peninggalan kerajaan, termasuk alat musik legendaris Komet yang disebut hanya ada dua di dunia. Wisatawan juga dapat menikmati keindahan dinding bata merah dan dekorasi keramik klasik yang menjadi spot favorit untuk berfoto.
Masjid Agung An-Nur Dijuluki Taj Mahal-nya Riau
Di Kota Pekanbaru, terdapat Masjid Agung An-Nur yang menjadi salah satu landmark religi paling populer. Masjid ini dikenal luas dengan julukan “Taj Mahal-nya Riau” karena desain kubah dan arsitekturnya yang megah.
Keindahan masjid semakin terasa pada malam hari ketika kolam refleksi di bagian depan memantulkan cahaya kubah secara simetris. Suasana tersebut membuat area masjid menjadi lokasi favorit masyarakat untuk bersantai sekaligus berfoto.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Kepulauan Riau yang Wajib Dikunjungi Wisatawan!
Tak jauh dari sana, berdiri pula Masjid Raya Senapelan yang merupakan salah satu masjid tertua di Riau. Masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1762 ini menjadi saksi awal perkembangan Kota Pekanbaru dan masih mempertahankan nuansa Melayu klasik hingga sekarang.
Candi Muara Takus, Situs Buddha Tertua di Riau
Wisata sejarah di Riau juga tidak lengkap tanpa mengunjungi Candi Muara Takus di Kabupaten Kampar. Situs purbakala ini diyakini sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya dan menjadi satu-satunya kompleks candi Buddha terbesar di Provinsi Riau.
Keunikan candi terletak pada material bangunannya yang menggunakan campuran batu bata, batu pasir, dan batu sungai. Saat sore hari, warna merah bata candi terlihat semakin eksotis terkena cahaya matahari, menjadikannya salah satu spot fotografi favorit wisatawan.
Rumah Singgah Tuan Kadi Simpan Jejak Sejarah Melayu
Di kawasan tepian Sungai Siak, wisatawan juga dapat menemukan Rumah Singgah Tuan Kadi. Rumah panggung kayu tradisional ini dahulu digunakan sebagai tempat persinggahan Sultan Siak ketika berkunjung ke kawasan Senapelan.
Perpaduan warna kuning dan hijau khas Melayu membuat bangunan ini tampak kontras dengan modernnya Jembatan Siak di sekitarnya. Lokasi tersebut kini menjadi salah satu destinasi heritage yang banyak dikunjungi wisatawan lokal.
Perpustakaan Soeman HS hingga Jembatan Siak Jadi Ikon Modern
Selain wisata sejarah, Riau juga memiliki landmark modern yang ikonik seperti Perpustakaan Soeman HS. Bangunan perpustakaan ini dikenal dengan desain futuristik menyerupai rehal atau tempat membaca Al-Qur’an.
Dinding kaca besar dan desain modern menjadikan perpustakaan tersebut salah satu bangunan paling estetik di Pekanbaru. Tempat ini juga dikenal sebagai pusat literatur Melayu terbesar di Indonesia.
Baca juga: Daftar Landmark Ikonik di Provinsi Riau yang Wajib Dikunjungi Wisatawan!
Sementara itu, di Kabupaten Siak terdapat Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah yang menjadi simbol modernisasi daerah. Jembatan sepanjang lebih dari satu kilometer tersebut membentang megah di atas Sungai Siak dan memiliki gardu pandang yang menawarkan panorama sungai dari ketinggian.
Tips Berwisata di Riau
Bagi wisatawan yang ingin menjelajahi destinasi sejarah dan budaya di Riau, disarankan mengenakan pakaian sopan terutama saat mengunjungi masjid, istana, dan kawasan heritage.
Waktu terbaik untuk mengunjungi lokasi luar ruangan seperti Candi Muara Takus atau Jembatan Siak adalah pada sore hari sekitar pukul 16.00 WIB agar terhindar dari cuaca panas sekaligus mendapatkan pencahayaan terbaik untuk fotografi.
Wisatawan juga dianjurkan menggunakan jasa pemandu lokal saat mengunjungi Istana Siak maupun kawasan heritage Pekanbaru agar dapat memahami cerita sejarah dan budaya Melayu secara lebih mendalam.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan