RIAU - Aktivitas walking tour atau wisata jalan kaki kini menjadi salah satu pilihan favorit wisatawan yang berkunjung ke Kepulauan Riau. Dua destinasi yang paling banyak menarik perhatian yakni kawasan Kota Lama Tanjungpinang dan Pulau Penyengat, yang menawarkan perpaduan sejarah, budaya Melayu, hingga nuansa pecinan klasik yang masih terjaga.
Kawasan Kota Lama di Jalan Merdeka, Tanjungpinang, saat ini tampil lebih menarik setelah direvitalisasi.
Jalur pedestrian yang lebar, lampu jalan bergaya klasik, serta deretan bangunan warna-warni membuat kawasan ini nyaman dijelajahi dengan berjalan kaki, terutama saat sore hingga malam hari.
Sementara itu, Pulau Penyengat yang berada sekitar 15 menit menggunakan perahu pompong dari Tanjungpinang menghadirkan pengalaman wisata sejarah dan religi yang sangat kuat.
Pulau kecil yang pernah menjadi pusat pemerintahan Kesultanan Riau-Lingga itu menyimpan banyak situs budaya penting Melayu.
Berikut dua rute walking tour paling populer di Tanjungpinang yang menawarkan pengalaman wisata penuh sejarah dan estetika.
Walking tour pertama berada di kawasan Heritage dan Chinatown Kota Lama Tanjungpinang dengan estimasi perjalanan sekitar 1,5 hingga 2 jam. Perjalanan dimulai dari Gerbang Jalan Merdeka yang menjadi pintu masuk utama kawasan Kota Lama.
Sepanjang Jalan Merdeka, wisatawan dapat menikmati deretan ruko lawas bergaya Tionghoa-Kolonial dengan tampilan estetik dan instagramable. Suasana kawasan semakin hidup dengan hadirnya kedai kopi dan aktivitas masyarakat lokal.
Perjalanan kemudian dapat dilanjutkan menuju Lorong Bintan, sebuah ruang kreatif berbasis masyarakat yang dipenuhi studio seni dan coffee shop bernuansa klasik di tengah kawasan pemukiman tua.
Dari sana, wisatawan bisa berjalan menuju kawasan Pelantar Dua di tepi laut. Area pelantar yang berupa jembatan kayu dan beton di atas air ini menghadirkan suasana pelabuhan niaga kuno.
Pengunjung dapat melihat aktivitas perahu pompong serta kehidupan masyarakat pesisir secara langsung.
Walking tour di Kota Lama biasanya diakhiri di Pasar Lama Tanjungpinang. Kawasan pecinan ini terkenal dengan kuliner khas Melayu dan kedai kopi legendaris yang menjadi tempat favorit wisatawan bersantai.
Selain Kota Lama, Pulau Penyengat juga menjadi destinasi walking tour yang tidak kalah menarik. Karena ukuran pulaunya relatif kecil, wisatawan dapat dengan mudah menjelajahi berbagai situs cagar budaya hanya dengan berjalan kaki.
Perjalanan dimulai dari Pelabuhan Pulau Penyengat setelah wisatawan menyeberang menggunakan pompong dari Pelabuhan Tanjungpinang.
Tepat di depan dermaga berdiri Masjid Raya Sultan Riau yang menjadi ikon utama pulau tersebut. Masjid berwarna kuning dan hijau khas Melayu ini dikenal unik karena konon dibangun menggunakan campuran putih telur sebagai perekat dindingnya.
Walking tour kemudian dilanjutkan menuju kompleks makam tokoh penting Melayu seperti Engku Putri Raja Hamidah dan Raja Ali Haji.
Nama Raja Ali Haji sendiri sangat dikenal sebagai pujangga besar Melayu sekaligus pencipta karya sastra terkenal Gurindam 12.
Wisatawan juga dapat mengunjungi Gedung Mesiu yang dulunya digunakan sebagai tempat penyimpanan persenjataan Kesultanan Riau-Lingga, hingga reruntuhan Istana Kantor atau Marhum Kantor yang menjadi pusat pemerintahan pada masanya.
Perjalanan biasanya ditutup di Balai Adat Melayu Indra Perkasa. Selain menikmati arsitektur rumah adat Melayu, wisatawan juga dapat melihat Perigi Putri yang dipercaya airnya tidak pernah kering serta menyewa pakaian adat Melayu untuk berfoto.
Dengan kekayaan sejarah, budaya, dan suasana kota tua yang unik, walking tour di Tanjungpinang dan Pulau Penyengat kini menjadi daya tarik wisata baru yang semakin diminati wisatawan lokal maupun luar daerah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan