RIAU - Menjelajahi wilayah Kepulauan Riau dengan berjalan kaki atau walking tour kini menjadi pilihan wisata yang semakin diminati. Selain hemat biaya, aktivitas ini juga menyehatkan sekaligus memberikan pengalaman lebih dekat dengan budaya, sejarah, dan kehidupan masyarakat lokal.
Wisatawan dapat memulai perjalanan dari kawasan Kota Lama Tanjungpinang yang dipenuhi bangunan bersejarah, lalu melanjutkan wisata ke Pulau Penyengat yang dikenal sebagai pusat peninggalan Kesultanan Melayu.
Berikut rekomendasi rute walking tour terbaik di Kepulauan Riau yang cocok untuk wisata santai bersama keluarga maupun teman.
Pertama, wisatawan bisa mencoba rute heritage dan kuliner di kawasan Kota Lama Tanjungpinang.
Kawasan ini menawarkan suasana kota tua yang telah direvitalisasi dengan jalur pedestrian nyaman, mural warna-warni, serta deretan bangunan klasik bergaya kolonial dan pecinan.
Baca juga: Panduan Jelajah Kota: Rute Walking Tour Seru di Kepulauan Riau
Perjalanan dapat dimulai dari Pelantar I atau Pelantar II, kemudian menyusuri Jalan Merdeka hingga Jalan Tengku Umar. Total jarak tempuh sekitar 1,5 hingga 2 kilometer sehingga cocok untuk berjalan santai sambil menikmati suasana kota.
Sepanjang perjalanan, pengunjung dapat menemukan berbagai daya tarik seperti gedung tua bersejarah, pasar tradisional, klenteng tua, hingga spot foto mural yang Instagramable.
Setelah selesai berjalan kaki, wisatawan juga bisa menikmati sarapan di kedai kopi legendaris dengan menu khas seperti kopi susu dan roti kaya yang terkenal murah dan lezat.
Selain Kota Lama, wisata sejarah di Pulau Penyengat juga menjadi destinasi favorit untuk walking tour. Pulau kecil yang berjarak sekitar 15 menit perjalanan pompong dari Pelabuhan Tanjungpinang ini dikenal sebagai pusat budaya Melayu dan memiliki banyak situs bersejarah.
Setibanya di Dermaga Pulau Penyengat, wisatawan dapat mengelilingi pulau dengan berjalan kaki sejauh sekitar 3 hingga 5 kilometer.
Jalur wisata mencakup sejumlah lokasi ikonik seperti Masjid Raya Sultan Riau yang dibangun menggunakan campuran putih telur, Balai Adat Indra Perkasa dengan arsitektur khas Melayu, hingga kompleks makam Raja Ali Haji, pujangga terkenal pencipta Gurindam Dua Belas.
Perjalanan juga dapat dilanjutkan menuju Bukit Kursi yang dahulu digunakan sebagai benteng pertahanan dan menjadi titik tertinggi di pulau tersebut.
Untuk biaya perjalanan, wisatawan hanya perlu menyiapkan ongkos pompong pulang-pergi sekitar Rp15 ribu hingga Rp20 ribu. Aktivitas berjalan kaki di Pulau Penyengat juga terasa nyaman karena kawasan ini minim kendaraan bermotor roda empat sehingga suasananya lebih tenang dan asri.
Dengan biaya terjangkau, wisata walking tour di Kepulauan Riau menjadi alternatif liburan yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga menyehatkan dan penuh nilai sejarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan