Harga Jual Beli Lahan Kelapa Sawit di Riau Capai Rp300 Juta per Hektar, Ini Faktor Penentunya
RIAU – Harga jual beli lahan kelapa sawit di Provinsi Riau saat ini menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Berdasarkan kondisi lahan dan produktivitas tanaman, harga lahan sawit berkisar antara Rp150 juta hingga Rp300 juta per hektar.
Bahkan, untuk lahan dengan legalitas lengkap dan tanaman yang masih produktif, nilainya dapat melebihi angka tersebut.
Sejumlah faktor menjadi penentu utama dalam transaksi lahan kelapa sawit, mulai dari usia tanaman, status legalitas lahan, tingkat kesuburan, hingga lokasi kebun.
Dari sisi produktivitas, lahan dengan tanaman belum menghasilkan (TBM) atau yang sedang menjalani program peremajaan (replanting) umumnya dipasarkan pada kisaran Rp100 juta hingga Rp150 juta per hektar.
Sementara itu, lahan dengan tanaman menghasilkan (TM) yang berada pada usia produktif sekitar 7 hingga 15 tahun memiliki nilai jual lebih tinggi, yakni antara Rp180 juta hingga Rp300 juta per hektar.
Sebaliknya, kebun sawit yang sudah tua atau kurang terawat biasanya dihargai di bawah Rp120 juta per hektar karena tingkat produktivitasnya yang menurun.
Faktor legalitas juga sangat memengaruhi harga jual. Lahan yang hanya memiliki dokumen berupa Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) atau surat camat umumnya berada pada kisaran Rp100 juta hingga Rp150 juta per hektar.
Sedangkan lahan yang telah memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) dapat dihargai mulai Rp180 juta hingga lebih dari Rp300 juta per hektar.
Selain itu, lokasi kebun menjadi pertimbangan penting bagi investor maupun petani. Lahan yang berada di daerah dengan akses infrastruktur yang baik dan dekat dengan Pabrik Kelapa Sawit (PKS), seperti Kabupaten Siak, Pelalawan, dan Kampar, cenderung memiliki harga lebih tinggi.
Sementara itu, lahan yang berada di wilayah dengan akses transportasi lebih jauh, seperti beberapa daerah di Kabupaten Indragiri Hilir dan bagian pedalaman Rokan Hilir, umumnya memiliki harga yang lebih rendah.
Meski demikian, nilai lahan tetap bergantung pada luas areal, kondisi tanaman, serta potensi hasil produksi yang dimiliki.
Dengan tingginya permintaan terhadap sektor perkebunan kelapa sawit di Riau, harga lahan diperkirakan akan tetap stabil dan berpotensi meningkat, terutama untuk kebun yang memiliki legalitas lengkap serta tanaman dalam masa produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan