RIAU - Kota Pekanbaru sebagai ibu kota Provinsi Riau tidak hanya dikenal sebagai pusat perdagangan dan jasa, tetapi juga memiliki potensi besar di sektor hasil bumi, perkebunan, pertanian, hortikultura, dan perikanan, Rabu, (15/07/2026).
Berbagai komoditas unggulan dari wilayah pinggiran kota berperan penting dalam menopang ketahanan pangan sekaligus memasok bahan baku bagi industri di Riau.
Sejumlah kawasan seperti Kecamatan Rumbai dan Tenayan Raya masih menjadi sentra produksi berbagai komoditas bernilai ekonomi tinggi yang terus dikembangkan pemerintah bersama masyarakat.
Baca juga: Mengenal Daftar Komoditas Unggulan Pendongkrak Ekonomi di Provinsi Riau
Pada subsektor perkebunan, kelapa sawit menjadi komoditas paling dominan yang diusahakan masyarakat.
Produksi sawit dari kawasan pinggiran Pekanbaru menjadi salah satu penopang ekonomi warga sekaligus memasok kebutuhan industri pengolahan kelapa sawit di Riau.
Selain sawit, karet juga menjadi tanaman perkebunan andalan. Komoditas ini masih memiliki prospek karena menjadi bahan baku berbagai industri, mulai dari ban kendaraan hingga produk berbasis karet lainnya.
Komoditas kelapa turut menjadi hasil perkebunan yang memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Selain memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat, kelapa juga dimanfaatkan sebagai bahan baku industri makanan, minuman, hingga produk turunan lainnya.
Di sektor pertanian dan hortikultura, ubi kayu atau singkong menjadi salah satu tanaman pangan yang banyak dibudidayakan oleh pelaku Usaha Pertanian Perorangan (UTP).
Komoditas ini menjadi sumber pangan sekaligus bahan baku industri olahan.
Sementara itu, nanas menjadi buah unggulan Pekanbaru yang terus dikembangkan melalui program hilirisasi.
Selain dijual dalam bentuk segar, nanas kini diolah menjadi berbagai produk bernilai tambah seperti keripik nanas yang memiliki peluang pasar lebih luas.
Pekanbaru juga aktif memproduksi berbagai sayuran semusim seperti bayam, buncis, cabai, dan tomat. Produksi sayuran lokal tersebut membantu memenuhi kebutuhan masyarakat serta mengurangi ketergantungan pasokan dari daerah lain.
Pada subsektor perikanan darat, ikan patin menjadi komoditas unggulan yang telah dikenal luas. Selain menjadi bahan baku kuliner khas Riau, patin juga menjadi salah satu hasil budidaya yang memiliki daya saing tinggi.
Komoditas ikan lele juga berkembang pesat karena memiliki siklus budidaya yang relatif singkat serta permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahun.
Selain itu, ikan nila menjadi salah satu komoditas perikanan air tawar yang terus dikembangkan. Dukungan lahan budidaya dan ketersediaan sumber daya air menjadikan nila sebagai salah satu pilar agribisnis perikanan di Kota Pekanbaru.
Dengan beragam komoditas unggulan tersebut, Pekanbaru tidak hanya berperan sebagai pusat perdagangan di Provinsi Riau, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendukung sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah serta ketahanan pangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan