Ilustrasi (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Provinsi Riau memiliki deretan desa wisata unggulan yang menawarkan perpaduan keindahan alam, budaya Melayu, serta kearifan lokal yang masih terjaga hingga kini.
Setiap desa menghadirkan pengalaman berbeda, mulai dari menyusuri danau alami, menikmati wisata kuliner, mendaki negeri di atas awan, hingga mengenal lebih dekat kehidupan masyarakat adat.
Keberadaan desa-desa wisata ini menjadi pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin menikmati liburan bernuansa alam sekaligus mempelajari budaya lokal.
Desa Wisata Buluh Cina di Kabupaten Kampar dikenal memiliki kawasan Taman Wisata Alam dengan hutan tropis seluas sekitar 1.000 hektare yang menjadi paru-paru hijau daerah tersebut.
Wisatawan dapat menyusuri belasan danau alami menggunakan perahu nelayan tradisional, berkemah di area camping ground, memancing di Sungai Kampar, hingga melihat gajah jinak yang menjadi salah satu daya tarik kawasan.
Selain pesona alam, desa ini juga mempertahankan tradisi Melayu yang masih dijalankan masyarakat. Pengunjung dapat menikmati aneka kuliner khas Melayu serta mengenal adat istiadat yang diwariskan secara turun-temurun.
Desa Wisata Kampung Patin atau Koto Mesjid di Kabupaten Kampar populer dengan slogan "Tiada Rumah Tanpa Kolam". Julukan tersebut menggambarkan hampir seluruh masyarakat menggantungkan mata pencaharian dari budidaya ikan patin.
Pengunjung dapat mengikuti edukasi budidaya patin, menikmati panorama Puncak Kompe yang kerap dijuluki "Raja Ampat-nya Riau", hingga mengunjungi Air Terjun Sungai Gagak.
Desa ini juga terkenal sebagai sentra kuliner berbahan dasar ikan patin, seperti abon patin, bakso patin, ikan salai, hingga es dawet patin. Selain itu, wisatawan dapat membeli kerajinan tangan berbahan lidi rotan hasil karya masyarakat setempat.
Bagi pencinta wisata alam dan petualangan, Desa Wisata Aliantan di Kabupaten Rokan Hulu menjadi destinasi yang wajib dikunjungi.
Daya tarik utamanya adalah Bukit Suligi yang memiliki ketinggian sekitar 812 meter di atas permukaan laut. Dari puncaknya, wisatawan dapat menyaksikan fenomena Samudra Awan yang memanjakan mata pada pagi hari.
Selain mendaki Bukit Suligi, pengunjung juga dapat menjelajahi Gua Garuda dan Air Terjun Sikubin yang berada di kawasan tersebut.
Keunikan desa ini semakin lengkap dengan pertunjukan seni budaya, termasuk Tari Puti Maifat yang menjadi warisan budaya masyarakat setempat.
Desa Wisata Adat Koto Sentajo di Kabupaten Kuantan Singingi dikenal sebagai Desa Cagar Budaya yang masih mempertahankan tata kehidupan masyarakat Melayu secara utuh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan