Tol Trans Sumatera (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Jalan Tol Terbanggi Besar–Pematang Panggang–Kayu Agung (Terpeka) sepanjang 189,4 kilometer masih menjadi jalan tol terpanjang yang beroperasi di Indonesia.
Ruas yang merupakan bagian dari Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) itu menempati peringkat pertama dan menjadi tulang punggung konektivitas darat di Pulau Sumatera.
Dominasi Jalan Tol Trans Sumatera juga terlihat dalam daftar jalan tol terpanjang di Indonesia. Dari lima ruas terpanjang yang telah beroperasi, tiga di antaranya merupakan bagian dari jaringan JTTS.
Kehadiran proyek strategis nasional ini berhasil memangkas waktu tempuh antardaerah, memperlancar distribusi barang, serta meningkatkan efisiensi biaya logistik.
Provinsi Riau menjadi salah satu wilayah yang memiliki peran penting dalam jaringan Jalan Tol Trans Sumatera.
Dua ruas tol di provinsi ini berhasil masuk dalam lima besar jalan tol terpanjang di Indonesia, yakni Tol Pekanbaru–Dumai di posisi ketiga dan Tol Pekanbaru–Bangkinang di posisi kelima.
Tol Pekanbaru–Dumai sepanjang 131,6 kilometer menghubungkan ibu kota Provinsi Riau dengan Kota Dumai yang merupakan salah satu pelabuhan utama ekspor-impor dan industri kelapa sawit nasional.
Ruas tol yang dikelola PT Hutama Karya ini juga dikenal memiliki lima terowongan perlintasan gajah yang dibangun untuk menjaga habitat satwa liar Sumatera tetap terhubung.
Keberadaan Tol Pekanbaru–Dumai memberikan dampak besar terhadap mobilitas masyarakat. Waktu perjalanan yang sebelumnya mencapai lima hingga enam jam melalui jalan nasional kini dapat ditempuh hanya sekitar 1,5 hingga 2 jam.
Sementara itu, Tol Pekanbaru–Bangkinang sepanjang 91,04 kilometer menjadi koridor strategis yang akan mendukung konektivitas antara Provinsi Riau dan Sumatera Barat.
Ruas ini diharapkan mempercepat arus perdagangan, pariwisata, serta aktivitas ekonomi antardaerah.
Selain memangkas waktu perjalanan, keberadaan jaringan tol di Riau juga mempercepat distribusi logistik menuju Pelabuhan Dumai.
Arus kendaraan angkutan komoditas, khususnya hasil perkebunan dan industri, menjadi lebih lancar sehingga biaya operasional dapat ditekan.
Infrastruktur jalan tol juga memberikan manfaat berupa efisiensi konsumsi bahan bakar, peningkatan keselamatan berkendara, serta mengurangi hambatan yang kerap ditemui di jalur arteri konvensional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan