RIAU - Kisah inspiratif datang dari Kota Duri, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis. Edo Prima Riyanda, putra daerah asal Mandau ini, berhasil membuktikan bahwa mimpi besar bisa lahir dari kota kecil, Rabu (28/01/2026).
Lewat perjuangan panjang, ia akhirnya berhasil menembus pendidikan S2 di London, Inggris, dengan beasiswa bergengsi.
Perjalanan Edo menuju impian tersebut tidak mudah. Ia sempat mengalami penolakan dari tiga beasiswa sekaligus, yakni Erasmus Mundus Joint Master Degree, Beasiswa Unggulan, dan LPDP. Tiga kali gagal, tiga kali pula ia harus menelan kekecewaan.
Namun, kegagalan itu tidak membuat pemuda asal Duri ini menyerah.
“Dari situ saya evaluasi total berkas, terutama cara bercerita di esai yang ternyata masih belum matang,” ungkap Edo dalam kisah perjuangannya.
Sebagai anak daerah dari wilayah dengan akses kesempatan yang terbatas, Edo sadar bahwa ia harus bekerja lebih keras dan lebih terarah. Ia mulai membiasakan diri meluangkan waktu minimal 30 menit setiap hari untuk persiapan, mempelajari ulang syarat beasiswa dan kampus, serta mencari mentor untuk mengoreksi kekurangan dalam berkas pendaftarannya.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 2025, Edo dinyatakan lolos LPDP tahap 2 dan sekaligus berhasil mendapatkan tiga Letter of Acceptance (LoA) dari kampus ternama di Inggris, yaitu:
• Queen Mary University
• University of the Arts London (UAL)
• Trinity Laban
Dari tiga pilihan tersebut, Edo akhirnya memilih University of the Arts London (UAL) karena dinilai paling sesuai dengan rencana pengembangan karier seninya yang menggabungkan praktik dan riset.
Tak hanya mengejar pendidikan untuk diri sendiri, Edo juga memiliki mimpi besar untuk daerah asalnya, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.
“Pengalaman belajar di pusat budaya dunia ini akan jadi bahan bakar saya untuk membangun platform anak daerah di Indonesia nantinya,” tuturnya.
Ia bercita-cita membawa perspektif baru tentang bagaimana seni tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat pemberdayaan masyarakat.
Kisah Edo Prima Riyanda kini menjadi inspirasi bagi banyak anak muda di kota Duri, kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, bahwa keterbatasan daerah bukan penghalang untuk bermimpi besar.
Dengan mental pantang menyerah, evaluasi diri, dan konsistensi, mimpi setinggi apa pun tetap bisa diraih.
Perjalanan putra Mandau ini menjadi bukti bahwa asal bukan penentu masa depan, tetapi keberanian untuk terus mencoba adalah kuncinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan