RIAU - Tradisi budaya tahunan Festival Bakar Tongkang kembali akan digelar di Kota Bagansiapiapi pada 2026. Berdasarkan penanggalan Tionghoa, perayaan ini jatuh pada bulan ke-5 tanggal ke-16 (Go Cap Lak), yang diperkirakan berlangsung sekitar Juni 2026.
Festival Bakar Tongkang merupakan salah satu perayaan budaya Tionghoa terbesar di Provinsi Riau dan telah menjadi agenda wisata unggulan yang setiap tahunnya menarik ribuan pengunjung, baik dari dalam negeri maupun mancanegara.
Tradisi ini memiliki nilai sejarah dan spiritual yang kuat bagi masyarakat Tionghoa, khususnya di wilayah Bagansiapiapi.
Baca juga: Jadwal Festival Bakar Tongkang Bagansiapiapi: Waktu Pelaksanaan dan Rangkaian Ritual Tahunan
Ritual puncak festival selalu digelar pada hari ke-16 bulan ke-5 dalam kalender Imlek.
Pada momen tersebut, masyarakat akan melaksanakan prosesi pembakaran replika kapal kayu atau tongkang yang telah dipersiapkan secara khusus.
Prosesi ini diyakini sebagai simbol perjalanan leluhur masyarakat Tionghoa yang dahulu datang ke Bagansiapiapi melalui jalur laut.
Sebelum prosesi pembakaran tongkang, berbagai rangkaian kegiatan turut digelar, mulai dari doa bersama di klenteng, arak-arakan replika kapal, hingga pertunjukan seni budaya seperti barongsai dan musik tradisional.
Suasana kota pun berubah menjadi pusat keramaian dengan nuansa budaya yang kental.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang religi, tetapi juga memperkuat identitas budaya serta mempererat hubungan sosial antar masyarakat.
Pemerintah daerah Kabupaten Rokan Hilir terus mendukung pelaksanaan festival ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya sekaligus peningkatan sektor pariwisata daerah.
Selain itu, Festival Bakar Tongkang juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Pelaku usaha kecil, pedagang, hingga sektor perhotelan dan transportasi merasakan peningkatan aktivitas selama berlangsungnya festival.
Dengan perkiraan pelaksanaan pada Juni 2026, masyarakat diimbau untuk mempersiapkan diri sejak dini, terutama bagi wisatawan yang ingin menyaksikan langsung kemeriahan tradisi unik ini.
Festival Bakar Tongkang tidak hanya menyuguhkan tontonan budaya, tetapi juga menjadi simbol sejarah panjang dan warisan leluhur yang terus dijaga hingga kini.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan