Ilustrasi (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Di tengah maraknya toko buku modern dan platform digital, berburu buku bekas masih menjadi pilihan favorit bagi banyak mahasiswa, pelajar, hingga kolektor literatur lawas di Kota Pekanbaru.
Selain menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau, sejumlah lapak buku bekas di ibu kota Provinsi Riau ini juga menyimpan berbagai koleksi langka yang sulit ditemukan di pasaran.
Sebagian besar penjual buku bekas legendaris di Pekanbaru tersebar di kawasan pasar tradisional dan trotoar jalan protokol.
Lokasi-lokasi tersebut menjadi tujuan utama para pencinta buku yang ingin mendapatkan bacaan berkualitas dengan harga ramah kantong.
Salah satu pusat buku bekas paling terkenal berada di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani atau yang dikenal masyarakat sebagai Pasar Kodim.
Baca juga: Cari Buku Pelajaran atau Novel Langka? Kunjungi Sentra Buku Bekas di Pekanbaru
Lapak-lapak yang berjejer di trotoar kawasan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, telah menjadi destinasi berburu buku sejak puluhan tahun lalu.
Di lokasi ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis buku mulai dari novel lawas, buku motivasi, majalah edisi lama, hingga buku pelajaran sekolah dan kuliah.
Salah satu pelapak yang cukup dikenal adalah Agus, yang disebut telah berjualan buku bekas sejak tahun 1990.
Harga buku yang ditawarkan pun relatif murah, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp25.000 per buku, tergantung kondisi fisik dan kelangkaannya.
Tidak jarang para kolektor menemukan novel cetakan pertama maupun majalah lawas yang memiliki nilai historis.
Selain kawasan Pasar Kodim, pencari buku murah juga dapat mengunjungi kawasan Jalan Teratai yang berada tidak jauh dari Plaza The Central.
Di sepanjang jalan tersebut terdapat sejumlah toko buku dan ruko yang menjual berbagai buku referensi dengan harga bersaing.
Baca juga: Surga Buku Murah! Ini Rekomendasi Toko Buku Bekas Terlengkap di Pekanbaru
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan