Pahlawan Nasional Tuanku Tambusai (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Sejarah perjuangan rakyat Rokan Hulu, Provinsi Riau, tidak dapat dipisahkan dari sosok Tuanku Tambusai, seorang ulama sekaligus pejuang kharismatik yang memimpin perlawanan sengit terhadap penjajahan Belanda.
Berkat keberanian dan strategi militernya yang luar biasa, ia mendapat julukan "Harimau Paderi dari Rokan" (De Padrische Tijger van Rokan).
Perlawanan yang dipimpin Tuanku Tambusai menjadi salah satu catatan penting dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Keteguhannya mempertahankan tanah air membuat pasukan kolonial Belanda mengalami kesulitan selama bertahun-tahun.
Salah satu jejak sejarah paling berharga dari perjuangan Tuanku Tambusai adalah Benteng Tujuh Lapis yang berada di Desa Dalu-Dalu, Kecamatan Tambusai, Kabupaten Rokan Hulu.
Benteng ini menjadi pusat pertahanan utama Kaum Paderi dalam menghadapi serangan Belanda pada masa Perang Paderi.
Dibangun menggunakan tanah liat dan diperkuat pagar bambu berduri, benteng tersebut dirancang dengan sistem pertahanan berlapis yang membuat pasukan kolonial sangat sulit menembusnya.
Keunggulan strategi pertahanan inilah yang menjadikan Benteng Tujuh Lapis sebagai salah satu benteng paling terkenal dalam sejarah perjuangan di Pulau Sumatra.
Atas jasa besar dan pengorbanannya dalam mempertahankan wilayah Nusantara dari penjajahan, pemerintah menganugerahkan Tuanku Tambusai gelar Pahlawan Nasional pada 7 Agustus 1995 melalui Keputusan Presiden Nomor 071/TK/Tahun 1995.
Penghargaan tersebut menjadi bentuk pengakuan negara atas perjuangan tanpa henti yang dilakukan Tuanku Tambusai demi mempertahankan kedaulatan bangsa.
Tuanku Tambusai dikenal sebagai pemimpin yang tidak pernah berkompromi dengan penjajah. Ia menolak berbagai tawaran perjanjian damai dari Belanda dan memilih terus melanjutkan perjuangan bersenjata.
Setelah Benteng Dalu-Dalu berhasil direbut Belanda pada akhir tahun 1838, Tuanku Tambusai berhasil menyelamatkan diri dan melanjutkan perjuangan hingga ke wilayah Tapanuli serta tanah Melayu.
Beliau kemudian menetap di Negeri Sembilan, Malaysia, hingga wafat pada 12 November 1882. Meski jauh dari tanah kelahirannya, semangat perjuangan Tuanku Tambusai tetap dikenang sebagai inspirasi bagi generasi penerus bangsa.
Hingga kini, nama Tuanku Tambusai tetap menjadi simbol keberanian masyarakat Rokan Hulu dalam melawan penjajahan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan