Kerajaan Gunung Sahilan (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Kerajaan Kampar Kiri atau lebih dikenal sebagai Kerajaan Gunung Sahilan merupakan salah satu kerajaan Islam yang pernah berkembang di wilayah pesisir timur Pulau Sumatra.
Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1700 dengan pusat pemerintahan di Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Pendiri kerajaan adalah Tengku Yang Dipertuan Bujang Sati atau dikenal pula dengan gelar Sutan Pangubayang, putra dari Kerajaan Pagaruyung, Minangkabau.
Keberadaan kerajaan ini menjadi bagian penting dalam sejarah perkembangan Islam, pemerintahan adat, serta perdagangan di kawasan Kampar.
Salah satu keunikan Kerajaan Kampar Kiri terletak pada sistem pemerintahannya yang membagi kekuasaan menjadi dua unsur utama, yakni Raja Adat yang mengurus pemerintahan dan urusan kenegaraan, serta Raja Ibadat yang memegang kewenangan dalam bidang keagamaan.
Model pemerintahan tersebut menjadi ciri khas yang membedakan Kerajaan Kampar Kiri dengan sejumlah kerajaan Melayu lainnya.
Kerajaan Kampar Kiri didirikan pada awal abad ke-18 setelah Tengku Yang Dipertuan Bujang Sati memperoleh mandat untuk memimpin wilayah Gunung Sahilan.
Sejak berdiri, kerajaan berkembang sebagai pusat pemerintahan, penyebaran Islam, serta perdagangan yang memanfaatkan jalur Sungai Kampar sebagai urat nadi transportasi dan ekonomi masyarakat.
Lokasi strategis di kawasan sungai menjadikan Kerajaan Kampar Kiri memiliki hubungan dagang dengan berbagai daerah di Sumatra hingga kawasan Selat Malaka.
Berikut daftar para pemimpin Kerajaan Kampar Kiri yang pernah memerintah di Istana Darul Salam, Gunung Sahilan:
• Tengku Yang Dipertuan Bujang Sati (1700–1730), pendiri dan raja pertama.
• Tengku Yang Dipertuan Nan Elok (1730–1760).
• Tengku Yang Dipertuan Muda I (1760–1800).
• Tengku Yang Dipertuan Hitam (1800–1840).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan