Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 21 JULI 2026 • 11:27 WIB

Mengenal Makna dan Sejarah Monumen Perjuangan Ikonik di Pekanbaru

Mengenal Makna dan Sejarah Monumen Perjuangan Ikonik di PekanbaruTugu Bambu runcing (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Monumen Perjuangan Rakyat Riau menjadi salah satu ikon sejarah paling penting di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau.

Monumen yang berdiri megah di Jalan Diponegoro, tepat di depan Kompleks Kediaman Dinas Gubernur Riau, ini dibangun sebagai penghormatan atas perjuangan rakyat Riau dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia.

Hingga kini, Monumen Perjuangan Rakyat Riau tidak hanya menjadi destinasi wisata sejarah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, patriotisme, dan semangat juang masyarakat Bumi Lancang Kuning yang diwariskan kepada generasi muda.

Sejarah Monumen Perjuangan Rakyat Riau

Pembangunan Monumen Perjuangan Rakyat Riau diprakarsai oleh Gubernur Riau ke-5, H. Imam Munandar Datuk Sri Lela Wangsa.

Monumen tersebut selesai dibangun dan diresmikan pada 17 Agustus 1984, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Monumen ini didirikan sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan daerah yang telah mengorbankan jiwa dan raga dalam melawan penjajahan sejak masa kolonial hingga mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Keberadaannya juga menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan rakyat Riau melawan imperialisme dan kolonialisme yang berlangsung selama berabad-abad.

Makna Filosofis Arsitektur Monumen

Setiap bagian Monumen Perjuangan Rakyat Riau memiliki makna filosofis yang erat kaitannya dengan sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Patung TNI dan Rakyat

Di bagian utama monumen berdiri patung seorang pejuang berseragam militer berdampingan dengan masyarakat sipil.

Keduanya melambangkan kemanunggalan TNI dan rakyat yang menjadi kekuatan utama dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Tujuh Belas Bilah Keris

Di sekeliling alas monumen terdapat 17 bilah keris yang melambangkan tanggal Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, yakni 17 Agustus.

Alas patung berbentuk astakona atau segi delapan, yang melambangkan bulan kedelapan, yaitu Agustus.

Pondasi Segi Lima Empat Tingkat

Pondasi monumen dibuat berbentuk segi lima dengan empat tingkatan. Desain tersebut merepresentasikan lima sila Pancasila sekaligus angka 45, sebagai simbol tahun kemerdekaan Indonesia, 1945.

Pelataran Berbentuk Mata Panah

Area pelataran dirancang menyerupai mata anak panah yang mengarah langsung ke tiang bendera Merah Putih. Bentuk ini menggambarkan fokus perjuangan rakyat dalam mempertahankan kedaulatan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Mengenal Makna dan Sejarah Monumen Perjuangan Ikonik di Pekanbaru

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!