Rabu, 22 APRIL 2026 • 18:20 WIB

Kapolda Riau Perintahkan Siaga Global, Waspadai Karhutla dan Gejolak Ekonomi

Author

Kapolda Riau Perintahkan Siaga Global, Waspadai Karhutla dan Gejolak Ekonomi (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Kapolda Riau, Herry Heryawan, menginstruksikan seluruh jajaran Polda Riau dan Polres Siak untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi ketidakpastian global yang berdampak langsung pada situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Arahan itu disampaikan saat paparan bertajuk Sense of Crisis dan Strategi Pemolisian Adaptif dalam Menghadapi Ketidakpastian Ekonomi dan Dinamika Kamtibmas di Kabupaten Siak, Selasa (21/4/2026). 

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Kapolri Bidang Sosial Media, Rustika Herlambang.

Kapolda menegaskan, dunia saat ini berada dalam situasi penuh disrupsi, baik dari sisi ekonomi global maupun dinamika sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas dalam negeri. Ia meminta seluruh personel memiliki kepekaan tinggi terhadap situasi krisis.

“Kita berada dalam kondisi tidak pasti. Polri harus hadir sebagai penjaga keteraturan sosial dan stabilisator di tengah masyarakat. Setiap personel wajib memiliki sense of crisis yang kuat,” tegasnya.

Selain itu, Kapolda mengingatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang dipicu perubahan iklim, termasuk indikasi siklus Super El Nino. Ia memerintahkan seluruh jajaran, khususnya Bhabinkamtibmas, untuk memperkuat deteksi dini dan aktif turun ke lapangan memberikan edukasi kepada masyarakat.

“Potensi karhutla harus diantisipasi sejak awal. Pastikan tidak ada lagi pembukaan lahan dengan cara membakar,” ujarnya.

Kapolda juga menyoroti dampak ketegangan geopolitik global terhadap stabilitas ekonomi daerah, terutama terkait fluktuasi harga bahan pokok dan distribusi energi. 

Ia meminta fungsi intelijen dan Satgas Pangan memperketat pengawasan guna mencegah penimbunan.

“Pengawasan distribusi bahan pokok dan BBM harus ketat agar tidak menimbulkan gejolak sosial,” katanya.

Dalam pemberantasan narkotika, Kapolda menegaskan penerapan prinsip zero tolerance, termasuk terhadap anggota Polri. Ia menekankan penanganan harus dimulai dari langkah pre-emtif dan preventif dengan melibatkan masyarakat.

“Tidak ada kompromi terhadap narkoba. Jangan sampai ada anggota yang terlibat,” tegasnya.

Di sisi lain, Kapolda juga menekankan pentingnya penguatan komunikasi publik, khususnya melalui media sosial. Ia meminta jajaran lebih responsif terhadap aduan masyarakat serta mampu membangun narasi yang cepat dan akurat.

Kapolda turut memperkenalkan pendekatan mikropolis, yakni strategi pemolisian berbasis unit sosial terkecil yang didukung data akurat untuk mendeteksi potensi konflik sejak dini.

Pendekatan ini dinilai efektif dalam menangani berbagai persoalan sosial seperti potensi PHK, sengketa lahan, hingga konflik masyarakat.

Menutup arahannya, Kapolda mengajak pemerintah daerah dan masyarakat memperkuat kolaborasi demi menjaga stabilitas wilayah.

“Keamanan adalah fondasi pembangunan. Dengan komunikasi yang baik dan respons cepat, kita pastikan Riau tetap aman dan kondusif,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU