Sabtu, 24 JANUARI 2026 • 10:39 WIB

Kapal Pengangkut Sembako Karam di Perairan Sepahat Bengkalis, 7 ABK Selamat

Author

Musibah kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/1/2026). Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia No.1033/Ia GT 170 (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Musibah kecelakaan laut terjadi di perairan Desa Sepahat, Kecamatan Bandar Laksamana, Kabupaten Bengkalis, Riau, Jumat (23/1/2026). Kapal Layar Motor (KLM) Prima Setia No.1033/Ia GT 170 dilaporkan karam setelah dihantam gelombang besar, Sabtu (24/01/2026).

Kapal yang mengangkut sembako dan berbagai barang kebutuhan harian itu mengalami kerusakan parah pada bagian lambung bawah hingga pecah, menyebabkan air masuk dengan cepat dan muatan kapal berserakan di laut sampai ke bibir pantai.

Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan laporan kejadian diterima sekitar pukul 11.00 WIB.

“Begitu menerima informasi, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk pendataan dan pengamanan lokasi. Dalam kejadian ini, seluruh awak kapal berjumlah tujuh orang berhasil selamat,” ujar Fahrian.

Adapun awak kapal tersebut yakni nakhoda Wardi (59) asal Kepulauan Meranti, serta enam ABK bernama Zainal, Herman Sabri, Rahmat, Wahid, Mahadi, dan Candra. Seluruh kru berhasil dievakuasi oleh nelayan setempat dalam kondisi selamat, meski sempat mengalami syok.

Peristiwa ini bermula saat kapal berangkat dari Pelabuhan Tanjung Balai Asahan menuju Selatpanjang pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 18.00 WIB dengan membawa muatan sembako dan barang kelontong.

Namun ketika melintas di perairan Selat Morong, Kecamatan Rupat, cuaca buruk mulai melanda. Ombak tinggi disertai angin kencang terus menghantam badan kapal.

Sekitar pukul 21.00 WIB, bagian bawah kapal pecah akibat terjangan ombak. Air pun masuk ke dalam kapal. Nakhoda sempat menghubungi pihak TNI AL dan Basarnas Bengkalis melalui radio komunikasi.

“Tidak lama kemudian mesin kapal mati total dan komunikasi terputus, sehingga posisi kapal tidak bisa lagi dipantau,” jelas Fahrian.

Para awak kapal terpaksa bertahan mengapung di tengah laut selama beberapa jam hingga akhirnya kapal terdampar di perairan Desa Sepahat pada Jumat siang.

Saat ditemukan, kondisi kapal sudah tenggelam sebagian dengan dek dan lambung terpisah. Ribuan paket sembako dan barang kelontong hanyut terbawa arus hingga ke pantai.

Warga setempat yang melihat kejadian tersebut berdatangan ke lokasi. Bhabinkamtibmas Desa Sepahat, Aipda Rully Salemba, sempat mengimbau agar masyarakat tidak mengambil barang muatan kapal.

Namun, pihak pemilik kapal melalui nakhoda menyatakan barang-barang tersebut dipersilakan diambil warga sebagai bentuk terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

“Saat ini seluruh awak kapal masih berada di Desa Sepahat untuk beristirahat sambil menunggu penjemputan dari pihak pengurus kapal yang sedang dalam perjalanan dari Selatpanjang,” tutup Fahrian.

Pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengamanan dan pemantauan di sekitar lokasi kejadian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU