RIAU - Sejumlah pelabuhan utama di Provinsi Riau memegang peranan penting sebagai pintu gerbang transportasi laut yang menghubungkan wilayah daratan dengan pulau-pulau di Kepulauan Riau, bahkan hingga rute internasional ke negara tetangga.
Pelabuhan seperti Pelindo Dumai dan Sungai Duku Pekanbaru menjadi simpul utama mobilitas masyarakat, distribusi logistik, serta akses perdagangan antarwilayah.
Di wilayah Dumai dan Bengkalis, aktivitas transportasi laut tergolong paling padat karena menjadi jalur utama menuju pulau luar. Pelabuhan Pelindo Dumai melayani rute domestik ke Batam dan Tanjung Pinang, sekaligus rute internasional menuju Malaysia.
Selain itu, Pelabuhan Bandar Sri Junjungan Dumai menjadi pusat penyeberangan kapal ferry Ro-Ro untuk kendaraan roda dua dan roda empat menuju Pulau Bengkalis.
Sementara di Pulau Bengkalis, Pelabuhan Bandar Sri Setia Raja yang berada di Selat Baru melayani pelayaran internasional langsung ke Muar, Malaysia. Sedangkan Pelabuhan Ro-Ro Air Putih menjadi akses utama kendaraan dari Dumai menuju Pulau Bengkalis.
Alternatif penyeberangan lainnya berada di Pelabuhan Sungai Pakning, Kecamatan Siak Kecil, yang menghubungkan daratan Sumatra menuju Pulau Bengkalis.
Untuk wilayah Pekanbaru dan Siak, Pelabuhan Sungai Duku menjadi pelabuhan sungai utama di ibu kota Provinsi Riau. Dari lokasi ini, masyarakat dapat menggunakan kapal cepat menuju Selatpanjang.
Di Kepulauan Meranti, Pelabuhan Tanjung Harapan Selatpanjang menjadi gerbang utama yang menghubungkan Pulau Tebing Tinggi dengan Pekanbaru, Dumai, dan Batam.
Sedangkan Pelabuhan Mengkapan atau Tanjung Buton di Kabupaten Siak berfungsi sebagai pelabuhan strategis yang melayani kapal Ro-Ro penumpang maupun barang menuju Batam dan Kepulauan Meranti.
Di wilayah selatan Riau, Pelabuhan Pelindo Tembilahan menjadi pusat transportasi air utama di Kabupaten Indragiri Hilir. Aktivitas di pelabuhan ini didominasi armada speedboat yang melayani rute ke pulau-pulau kecil sekitar dan wilayah Kepulauan Riau bagian selatan.
Keberadaan jaringan pelabuhan tersebut dinilai sangat vital dalam mendukung konektivitas antarwilayah di Riau, terutama bagi daerah kepulauan yang masih mengandalkan transportasi laut sebagai sarana utama mobilitas masyarakat dan distribusi kebutuhan pokok.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan