Minggu, 14 JUNI 2026 • 14:04 WIB

Wanita Muda di Siak Tewas Diterkam Buaya Saat Mencuci di Tepi Sungai

Author

Ilustrasi (ramadhan kurniawan putra)

RIAU - Suasana senja di Dusun Mungkal, Kampung Penyengat, Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, mendadak berubah mencekam pada Kamis (11/6/2026) petang. Seorang perempuan muda bernama Santi (22) tewas setelah diterkam buaya saat mencuci pakaian di pelantar rumahnya di tepi Sungai Metas.

Peristiwa tragis itu menyisakan duka mendalam bagi sang suami, Kolet (32), serta keluarga besar komunitas anak suku Akit Anak Rawa di wilayah tersebut.Informasi yang dihimpun, kejadian bermula sekitar pukul 17.30 WIB ketika korban sedang mencuci pakaian di pelantar depan bedeng yang berada di kawasan kebun sagu, tepat di tepi Sungai Metas. Saat itu kondisi sekitar tampak seperti biasa dan tidak ada tanda-tanda bahaya.

Namun secara tiba-tiba, seekor buaya muara berukuran besar muncul dari dalam sungai dan langsung menerkam tubuh korban. Buaya tersebut kemudian menyeret Santi ke dalam sungai di hadapan warga sekitar.

Jeritan histeris warga memecah suasana senja dan memicu upaya pencarian darurat. Warga bersama aparat setempat melakukan pencarian hingga malam hari di sekitar lokasi kejadian.

Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan jasad korban berhasil ditemukan beberapa jam setelah diterkam buaya.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Tengku Muhtasar saat dikonfirmasi, Jumat (12/6/2026).

Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Kepergian Santi meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan masyarakat sekitar, terutama sang suami yang kini harus kehilangan pendamping hidupnya.

Pemerintah Kecamatan Sungai Apit turut menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Camat juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar Sungai Metas yang dikenal sebagai habitat buaya.

"Kami ikut berduka cita atas musibah yang diterima saudara Kolet atas meninggalnya almarhumah istrinya. Untuk warga di lokasi kejadian, kami menghimbau agar lebih hati-hati dalam beraktivitas di lokasi tersebut, utamakan keselamatan dan perhatikan kondisi sekitar,” pungkasnya.

seekor predator sungai yang ganas saat ia sedang menyelesaikan aktivitas rumah tangganya.Peristiwa yang memilukan ini bermula sekitar pukul 17.30 WIB, ketika sang surya mulai meredup di ufuk barat. Seperti biasa, Santi beraktivitas di pelantar depan bedeng yang berada di tepi Sungai Metas. 

Di atas pisau-bilah kayu pelantar itulah, ia dengan tenang mencuci pakaian, tanpa menyadari ada bahaya besar yang sedang mengintai dari balik pekatnya air sungai.

Secara tak terduga, seekor buaya muara berukuran besar muncul ke permukaan dan menyerang dengan kecepatan kilat. Hewan reptil ganas tersebut langsung menerkam tubuh Santi yang berada di tepi pelantar, lalu menyeretnya masuk ke dalam kedalaman udara. 

Jeritan histeris dan ketakutan hebat langsung memecah kesunyian senja di sekitar kebun sagu tersebut, memicu pencarian darurat oleh warga setempat.

Setelah pencarian menegangkan yang menguras emosi dan tenaga di tengah kegelapan malam, titik terang akhirnya ditemukan. 

Camat Sungai Apit, Tengku Muhtasar, mengkonfirmasi bahwa jasad korban berhasil dievakuasi beberapa jam setelah kejadian. Keberadaan Santi terdeteksi tidak jauh dari lokasi awal ia diterkam oleh sang predator.

“Alhamdulillah korban sudah ditemukan tadi malam. Korban ditemukan sekitar 200 meter dari titik kejadian dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Tengku Muhtasar saat dikonfirmasi pada Jum'at (12/6/2026).

Kepergian Santi yang begitu cepat meninggalkan duka yang teramat dalam bagi keluarga, khususnya komunitas anak suku Akit Anak Rawa di Gang Surya RT 01/RW 03, Dusun II, Kampung Penyengat. 

Almarhumah dikenal sebagai sosok istri yang berbakti, dan kehilangannya menyisakan kekosongan besar di hati Kolet yang kini harus melanjutkan hidup seorang diri.

Atas musibah yang menyayat hati ini, pihak pemerintah kecamatan langsung menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam kepada keluarga yang ditinggalkan. Selain itu, Camat Sungai Apit juga mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh masyarakat yang sering beraktivitas di sekitar aliran Sungai Metas agar selalu waspada.

"Kami ikutcita atas musibah diterima oleh saudara Kolet atas musibah diterima almarhumah istrinya. Untuk warga di lokasi kejadian, kami menghimbau agar lebih hati-hati dalam beraktivitas di lokasi tersebut, utamakan keselamatan. Lihat kondisi dan situasi disekitar saat melakukan aktivitas," pungkas Tengku Muhtasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU