RIAU - Hari Jadi Provinsi Riau diperingati setiap tanggal 9 Agustus. Tanggal tersebut menjadi tonggak sejarah lahirnya Provinsi Riau setelah Presiden Soekarno mengesahkan Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 tentang pembentukan Daerah Swatantra Tingkat I Riau.
Peringatan Hari Jadi Provinsi Riau tidak hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah daerah, tetapi juga menjadi ajang memperkuat identitas budaya Melayu melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Baca juga: Mengenal Sejarah dan Penetapan Hari Jadi Provinsi Riau
Pada peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau tahun ini, Pemerintah Provinsi Riau telah menyiapkan sejumlah agenda, mulai dari penanaman ribuan pohon, pasar murah, festival literasi, layanan kesehatan gratis, hingga upacara puncak dengan mengenakan pakaian adat Melayu lengkap.
Sejarah Terbentuknya Provinsi Riau
Sebelum menjadi provinsi tersendiri, wilayah Riau merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Tengah bersama Sumatera Barat dan Jambi.
keinginan masyarakat Riau untuk memiliki pemerintahan sendiri semakin menguat pada pertengahan tahun 1950-an.
Aspirasi tersebut kemudian diwujudkan melalui Kongres Rakyat Riau (KRR) I yang berlangsung di Pekanbaru pada 31 Januari hingga 2 Februari 1956.
Kongres tersebut menghasilkan kesepakatan untuk memperjuangkan pembentukan Provinsi Riau sebagai daerah otonom.
Perjuangan itu akhirnya membuahkan hasil ketika Presiden Soekarno menandatangani Undang-Undang Darurat Nomor 19 Tahun 1957 pada 9 Agustus 1957. Tanggal inilah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Provinsi Riau.
Selanjutnya, pada 5 Maret 1958, Mr. S.M. Amin resmi dilantik sebagai gubernur pertama Provinsi Riau.
Rangkaian Peringatan Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau
Dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-69 Provinsi Riau, pemerintah menggelar berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.
Beberapa agenda yang disiapkan antara lain
Penanaman ribuan bibit pohon di kawasan Stadion Utama Riau, Jalan Naga Sakti, Pekanbaru.
Senam bersama yang diikuti Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, dan masyarakat dengan pembagian doorprize.
Pasar murah untuk membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Festival literasi dan pelayanan kesehatan gratis yang diselenggarakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan.
Upacara puncak pada 9 Agustus dengan seluruh peserta mengenakan pakaian adat Melayu lengkap.
Panggung hiburan rakyat yang dipadukan dengan Sidang Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Riau.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi Riau berharap semangat perjuangan para pendiri daerah tetap terjaga sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dalam membangun Bumi Lancang Kuning.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan