Ombak Bono (Ramadhan Kurniawan putra)
RIAU - Festival Bekudo Bono di Sungai Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau, menjadi salah satu daya tarik wisata unggulan yang menyuguhkan sensasi selancar di atas sungai.
Festival ini menghadirkan tantangan ekstrem berupa ombak Bono, fenomena alam langka yang dikenal masyarakat setempat dengan sebutan "Tujuh Hantu" (Seven Ghosts).
Tidak seperti ombak laut pada umumnya, Bono merupakan gelombang pasang yang terbentuk saat air laut masuk ke Sungai Kampar.
Baca juga: Festival Bekudo Bono Pelalawan, Wisata Ombak Sungai Kelas Dunia yang Jadi Ikon Pariwisata Riau
Ombak ini dapat mencapai ketinggian sekitar 4 hingga 5 meter dengan kecepatan hingga 40 kilometer per jam, sehingga menjadi incaran para peselancar yang ingin menguji kemampuan mereka.
Setiap penyelenggaraan Festival Bekudo Bono, peselancar dari berbagai daerah di Indonesia hingga mancanegara datang ke Teluk Meranti untuk merasakan sensasi menaklukkan ombak air tawar yang mampu melaju hingga sekitar 2 kilometer di sepanjang aliran sungai.
Di balik keindahannya, ombak Bono menyimpan cerita rakyat yang telah diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Melayu.
Dalam kisah Melayu kuno Sentadu Gunung Laut, Bono dipercaya sebagai penjelmaan Tujuh Hantu. Sebutan tersebut muncul karena bentuk ombak yang terdiri dari satu gulungan ombak besar di bagian depan, kemudian diikuti enam gulungan ombak lebih kecil di belakangnya.
Pada masa lalu, masyarakat yang tinggal di sekitar Teluk Meranti meyakini ombak tersebut memiliki kekuatan gaib.
Sebelum melintasi Sungai Kampar, warga biasanya menggelar upacara semah yang dipimpin tetua adat sebagai bentuk permohonan keselamatan agar terhindar dari bahaya saat Bono melintas.
Tradisi tersebut menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Melayu yang hingga kini masih dikenang sebagai sejarah lahirnya legenda Bono.
Seiring perkembangan pariwisata, Bono tidak lagi hanya dipandang sebagai fenomena yang menakutkan. Kini, ombak tersebut justru menjadi ikon wisata petualangan Riau yang dikenal hingga ke tingkat internasional.
Festival Bekudo Bono rutin menghadirkan berbagai kegiatan, mulai dari kompetisi selancar sungai, pertunjukan budaya Melayu, hingga promosi wisata lokal. Keunikan Bono yang mampu menghasilkan gelombang panjang di sungai membuatnya berbeda dari lokasi selancar lainnya di dunia.
Karakter ombak yang panjang memungkinkan peselancar meluncur selama beberapa menit tanpa terputus, menjadikan pengalaman berselancar di Sungai Kampar sangat diminati para atlet dan pencinta olahraga ekstrem.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan