Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 20 MEI 2026 • 11:04 WIB

Hari Kebangkitan Nasional 2026, Sekda Riau Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Persatuan Bangsa

Hari Kebangkitan Nasional 2026, Sekda Riau Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Persatuan BangsaSekda provinsi Riau Syahrial Abdi (Liputan)

RIAU - Peringatan ke-118 Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau berlangsung khidmat di halaman Kantor Gubernur Riau, Rabu (20/5/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Sekretaris Daerah Provinsi Riau, Syahrial Abdi, yang bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan itu, Sekda Riau membacakan amanat Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid. Melalui amanat tersebut, pemerintah mengajak seluruh elemen bangsa untuk kembali merefleksikan semangat kebangkitan nasional di tengah perubahan zaman yang semakin dinamis.

Syahrial Abdi menyampaikan bahwa Hari Kebangkitan Nasional lahir dari berdirinya organisasi Budi Utomo pada tahun 1908. Momentum tersebut menjadi tonggak awal munculnya kesadaran nasional bangsa Indonesia dalam memperjuangkan persatuan dan kemerdekaan.

Baca juga: Fakta Sejarah Hari Kebangkitan Nasional: Organisasi Pendiri dan Status Liburnya

Menurutnya, berdirinya Budi Utomo menjadi titik penting ketika kaum terpelajar pribumi mulai menyatukan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama ini melemahkan perjuangan bangsa.

“Peristiwa tersebut menjadi fajar kesadaran anak bangsa ketika kaum terpelajar pribumi mulai mengonsolidasikan kekuatan melalui pemikiran dan organisasi, melampaui sekat-sekat kedaerahan yang selama berabad-abad menjadi titik lemah perjuangan,” ujar Syahrial saat membacakan amanat menteri.

Ia menjelaskan, semangat kebangkitan tahun 1908 menjadi awal transformasi perjuangan bangsa dari perlawanan fisik menuju perjuangan intelektual demi mewujudkan kemandirian bangsa yang berkelanjutan.

Baca juga: Mengapa 20 Mei Diperingati Sebagai Hari Kebangkitan Nasional? Ini Asal Usulnya

Memasuki tahun 2026, tantangan yang dihadapi Indonesia disebut telah berubah. Jika dahulu bangsa menghadapi ancaman penjajahan dan keamanan teritorial, kini tantangan bergeser pada persoalan informasi, keadilan sosial, hingga transformasi digital yang berkembang pesat.

Karena itu, kebangkitan nasional saat ini harus dimaknai sebagai kemampuan bangsa untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri dan identitas nasional.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan tema Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”. Tema tersebut mencerminkan pentingnya menjaga generasi muda sebagai fondasi utama masa depan Indonesia.

Kemajuan suatu negara tidak ditentukan oleh bantuan pihak lain, melainkan oleh keteguhan hati rakyatnya untuk bersatu dalam satu visi besar,” katanya.

Baca juga: Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei dan Kaitannya dengan Budi Utomo

Melalui momentum Harkitnas ke-118, pemerintah juga mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat solidaritas sosial, meningkatkan literasi digital, serta memastikan setiap proses pembangunan tetap berorientasi pada kemajuan bersama dan kesejahteraan rakyat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hari Kebangkitan Nasional 2026, Sekda Riau Tekankan Pentingnya Literasi Digital dan Persatuan Bangsa

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!