Sabtu, 09 MEI 2026 • 15:03 WIB

Bangunan Rusak Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Revitalisasi Dua SDN Tahun Ini

Author

Bangunan Rusak Jadi Prioritas, Pemko Pekanbaru Revitalisasi Dua SDN Tahun Ini (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas infrastruktur pendidikan demi menunjang kenyamanan proses belajar mengajar di sekolah.

Pada tahun anggaran 2026, melalui Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, pemerintah telah menjadwalkan proyek revitalisasi terhadap dua bangunan Sekolah Dasar Negeri (SDN) yang dinilai membutuhkan perbaikan mendesak.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Syafrian Tommy, mengatakan dua sekolah yang menjadi prioritas renovasi tahun ini adalah SDN 13 Pekanbaru dan SDN 25 Pekanbaru.

“Kami sudah menetapkan target untuk tahun ini, ada dua sekolah utama yang akan direvitalisasi secara menyeluruh, yakni SDN 13 dan SDN 25. Langkah ini diambil berdasarkan skala prioritas kerusakan bangunan,” ujar Syafrian Tommy, pada Hari Jumat (8/5/2026).

Menurut Tommy, penetapan dua sekolah tersebut dilakukan setelah tim teknis melakukan pemetaan serta survei kelayakan di lapangan.

Hasil peninjauan menunjukkan adanya sejumlah kerusakan yang berpotensi mengganggu aktivitas belajar siswa dan membahayakan keselamatan warga sekolah.

Di SDN 13 Pekanbaru, kerusakan paling signifikan ditemukan pada fasilitas penunjang pendidikan, yakni laboratorium dan perpustakaan. Kondisi bangunan dinilai sudah tidak lagi representatif untuk digunakan secara optimal.

Selain itu, revitalisasi juga akan difokuskan pada perbaikan plafon ruangan yang mulai rapuh, atap bocor saat hujan, serta lantai yang pecah di beberapa bagian ruangan.

Tommy menegaskan, program revitalisasi ini merupakan bentuk nyata perhatian pemerintah daerah dalam menyediakan sarana pendidikan yang layak bagi siswa di Kota Pekanbaru.

Ia mengakui masih banyak sekolah lain yang membutuhkan pembenahan, namun keterbatasan anggaran membuat penanganan dilakukan secara bertahap sesuai tingkat prioritas.

“Revitalisasi ini adalah bukti kehadiran pemerintah dalam memastikan bangunan sekolah layak huni. Untuk sekolah lainnya yang juga mengalami kerusakan, kami pastikan tetap masuk dalam daftar tunggu dan akan kami benahi secara bertahap pada periode anggaran berikutnya,” pungkasnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU