Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 12 JANUARI 2026 • 13:47 WIB

Pasar Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Pasar Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi RakyatPasar Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Kehadiran Pasar Ramadan setiap bulan suci kembali menjadi magnet bagi masyarakat untuk berburu takjil dan menu berbuka puasa. Tidak hanya menjadi tradisi tahunan, Pasar Ramadan juga terbukti memberikan dampak ekonomi yang besar bagi para pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM).

Sejak sore hari, kawasan Pasar Ramadan mulai dipadati warga. Berbagai jenis makanan dan minuman dijajakan, mulai dari kolak, es buah, gorengan, aneka kue tradisional, hingga makanan berat. Antusiasme masyarakat yang tinggi membuat perputaran uang di Pasar Ramadan meningkat signifikan dibanding hari biasa.

Salah seorang pedagang, Rina (35), mengaku omzet penjualannya selama Ramadan bisa naik hingga dua kali lipat dibanding hari normal.

“Kalau hari biasa paling dapat Rp300 ribu sampai Rp400 ribu. Tapi kalau bulan puasa, apalagi di Pasar Ramadan, bisa tembus Rp800 ribu sampai Rp1 juta sehari,” ujarnya.

Menggerakkan Ekonomi Lokal

Pasar Ramadan tidak hanya menguntungkan pedagang makanan, tetapi juga memberi dampak positif bagi banyak sektor lainnya. Mulai dari petani bahan baku, pemasok daging dan sayur, hingga pedagang kemasan dan es batu ikut merasakan efek ekonomi berantai.

Pengamat ekonomi lokal menilai, Pasar Ramadan merupakan contoh nyata ekonomi kerakyatan yang tumbuh dari kebutuhan masyarakat.

“Pasar Ramadan ini menciptakan ekosistem ekonomi yang hidup. Banyak warga yang awalnya tidak berdagang, jadi ikut membuka lapak. Ini membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” ujarnya.

Jadi Lapangan Kerja Musiman

Selain meningkatkan pendapatan, Pasar Ramadan juga membuka lapangan kerja musiman. Banyak pedagang yang membutuhkan tambahan tenaga untuk melayani pembeli, mulai dari membantu memasak, melayani pembeli, hingga mengantar pesanan.

Tidak sedikit pelajar dan mahasiswa yang memanfaatkan momen ini untuk mencari penghasilan tambahan selama bulan puasa.

Harga Terjangkau, Pilihan Beragam

Bagi masyarakat, Pasar Ramadan menjadi solusi praktis untuk mendapatkan menu berbuka puasa dengan harga terjangkau dan pilihan yang sangat beragam. Dengan uang Rp10 ribu hingga Rp20 ribu, warga sudah bisa membawa pulang beberapa jenis takjil.

“Lebih hemat dan tidak repot masak. Tinggal pilih-pilih, menunya juga banyak,” kata Andi, salah seorang pengunjung.

Potensi Wisata Kuliner Musiman

Jika dikelola dengan baik, Pasar Ramadan juga berpotensi menjadi wisata kuliner musiman yang dapat menarik pengunjung dari luar daerah. Hal ini tentu bisa semakin menggerakkan ekonomi masyarakat dan memperkenalkan kuliner khas daerah.

Namun, pemerintah daerah diharapkan tetap memperhatikan faktor kebersihan, ketertiban, dan keamanan agar Pasar Ramadan tidak menimbulkan kemacetan atau masalah lingkungan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Pasar Ramadan Jadi Penggerak Ekonomi Rakyat

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!