RIAU - Memasuki 10 malam terakhir Ramadan, ribuan umat Muslim di Provinsi Riau bersiap melaksanakan itikaf sebagai upaya meraih malam Lailatul Qadar.
Sejumlah masjid besar di berbagai daerah di Riau kembali menjadi pusat kegiatan itikaf yang rutin digelar setiap tahun, lengkap dengan fasilitas memadai demi kenyamanan jemaah.
Masjid-masjid ini tidak hanya menyediakan ruang ibadah, tetapi juga menghadirkan program pembinaan keislaman, kajian rutin, serta pengelolaan itikaf yang tertata rapi. Berikut deretan masjid utama di Riau yang dikenal konsisten menyelenggarakan itikaf selama 10 malam terakhir Ramadan.
Masjid Raya An-Nur Provinsi Riau di Kota Pekanbaru menjadi salah satu pusat itikaf terbesar. Masjid megah yang berlokasi di Jalan Hangtuah, Kelurahan Sumahilang, Kecamatan Pekanbaru Kota ini hampir setiap tahun dipadati ribuan jemaah dari berbagai daerah. Dengan kapasitas ruang ibadah mencapai sekitar 4.500 jemaah di dalam gedung, Masjid Raya An-Nur juga dilengkapi area parkir luas yang diawasi CCTV selama 24 jam.
Lingkungan masjid yang bersih, tertata, serta pelataran dengan payung elektrik membuat jemaah merasa nyaman untuk beribadah dalam waktu lama. Selama itikaf, pengurus masjid biasanya menyiapkan program tahsin Al-Qur’an, ceramah subuh, hingga bimbingan ibadah bersama tokoh agama ternama.
Selain itu, Masjid Al-Falah Darul Muttaqin Pekanbaru juga menjadi favorit jemaah itikaf. Terletak di Jalan Sumatera, Simpang Empat, Kecamatan Pekanbaru Kota, masjid ini dikenal aktif dengan berbagai kegiatan keislaman.
Kenyamanan menjadi nilai utama, dengan ruang salat berkarpet tebal dan pendingin udara penuh. Fasilitas pendukung seperti banyaknya titik pengisian daya ponsel dan laptop, pemisahan area ikhwan dan akhwat yang jelas, serta toilet bersih dengan penyediaan air mineral menjadikan Masjid Al-Falah pilihan ideal untuk itikaf.
Sementara itu, di Kabupaten Rokan Hulu, Masjid Agung Madani Islamic Center menjadi ikon itikaf berskala besar. Berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai KM 4, Pematang Berangan, Kecamatan Rambah, masjid ini mampu menampung hingga 15.000–20.000 jemaah.
Berdiri di atas kawasan seluas sekitar 22 hektare, Masjid Agung Madani dilengkapi taman luas, menara setinggi 99 meter, perpustakaan digital, hingga poliklinik. Suasana yang tenang dan jauh dari hiruk-pikuk kota besar membuat masjid ini cocok untuk muhasabah dan ibadah yang khusyuk.
Di Kota Pekanbaru, Masjid Jami’ Abu Darda di Jalan Merpati Sakti, Kecamatan Bina Widya, dikenal dengan manajemen itikaf yang tertib dan terorganisir. Pengurus masjid menerapkan sistem pendaftaran dan pembatasan kuota peserta untuk menjaga kenyamanan.
Pada tahun-tahun sebelumnya, kuota peserta ikhwan dibatasi sekitar 700 orang. Selama itikaf, jemaah mendapatkan kajian rutin dan bimbingan ibadah, dengan kebersihan lingkungan dan area parkir yang dijaga ketat.
Pengurus masjid mengimbau calon peserta itikaf untuk memperhatikan ketentuan pendaftaran, karena beberapa masjid menyediakan konsumsi sahur dan berbuka bagi peserta terdaftar.
Jemaah juga disarankan membawa perlengkapan pribadi seperti bantal kecil, selimut, obat-obatan, serta botol minum isi ulang guna menunjang kenyamanan selama menjalani itikaf hingga akhir Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan