Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 16 FEBRUARI 2026 • 23:27 WIB

Hukum Niat Puasa Menurut Ulama: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Lengkap dari Empat Mazhab

Hukum Niat Puasa Menurut Ulama: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Lengkap dari Empat MazhabHukum Niat Puasa Menurut Ulama: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Lengkap dari Empat Mazhab (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Menjelang bulan suci Ramadhan, pertanyaan tentang hukum niat puasa kembali menjadi perbincangan umat Muslim. 

Para ulama sepakat bahwa niat merupakan bagian penting dalam ibadah puasa, namun terdapat perbedaan pendapat terkait waktu dan tata cara niat di antara empat mazhab fikih.

Dalam ajaran Islam, niat menjadi pembeda antara ibadah dan kebiasaan biasa. Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya setiap amal tergantung niatnya.” 

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Ramadhan Lengkap Arab, Latin, dan Artinya

Hadis riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim ini menjadi dasar kuat bagi para ulama bahwa niat adalah syarat sah dalam beribadah, termasuk puasa Ramadhan.

Pendapat Empat Mazhab
Para ulama dari empat mazhab besar dalam Islam memiliki pandangan berbeda terkait waktu niat puasa:
• Mazhab Imam Syafi’i
Dalam mazhab Syafi’i, niat puasa Ramadhan wajib dilakukan setiap malam sebelum fajar. Jika lupa berniat di malam hari, puasa dianggap tidak sah. Pendapat ini banyak dianut masyarakat Muslim di Indonesia.
• Mazhab Imam Hanafi
Mazhab Hanafi membolehkan niat puasa hingga sebelum waktu Dzuhur, selama belum makan atau melakukan hal yang membatalkan puasa.
• Mazhab Imam Maliki
Mazhab Maliki memperbolehkan niat puasa Ramadhan cukup sekali di awal bulan, asalkan tidak terputus oleh hal yang membatalkan puasa seperti sakit atau safar.
• Mazhab Imam Ahmad bin Hanbal
Mazhab Hanbali sejalan dengan Syafi’i, yakni niat harus dilakukan setiap malam sebelum fajar.

Niat Tidak Harus Diucapkan

Para ulama menjelaskan bahwa niat tidak harus dilafalkan dengan suara. Niat cukup dalam hati sebagai tekad untuk menjalankan puasa karena Allah SWT. Namun, melafalkan niat diperbolehkan untuk membantu menghadirkan kesungguhan dalam hati.

Pentingnya Niat dalam Puasa

Ulama menegaskan, niat merupakan rukun puasa karena menjadi dasar kesadaran seseorang beribadah. Tanpa niat, puasa hanya menjadi menahan lapar dan haus tanpa nilai ibadah.

Menjelang Ramadhan, masyarakat diimbau memahami hukum niat puasa agar ibadah dapat dilakukan dengan benar sesuai tuntunan agama. Dengan niat yang ikhlas dan benar, diharapkan puasa menjadi lebih sempurna dan penuh keberkahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Hukum Niat Puasa Menurut Ulama: Wajib atau Sunnah? Ini Penjelasan Lengkap dari Empat Mazhab

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!