Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 25 FEBRUARI 2026 • 13:21 WIB

Kebakaran Malam Ramadan di Inhu, 13 Tempat Usaha Tinggal Puing

Kebakaran Malam Ramadan di Inhu, 13 Tempat Usaha Tinggal PuingKebakaran Malam Ramadan di Inhu, 13 Tempat Usaha Tinggal Puing (ramadhan kurniawan putra)

RIAU - Suasana malam Ramadan yang biasanya dipenuhi ketenangan dan kekhusyukan mendadak berubah menjadi kepanikan di Kecamatan Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu). Saat warga tengah menunaikan salat Tarawih pada Selasa malam (24/2/2026), kobaran api tiba-tiba melahap kawasan Pasar Peranap, Kelurahan Peranap. Sedikitnya 13 unit toko dan kios milik pedagang hangus terbakar dalam waktu relatif singkat.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 20.10 WIB. Saat itu, sebagian besar masyarakat berada di masjid untuk beribadah. Api yang terlihat membumbung tinggi dari area pasar sontak mengundang kepanikan warga sekitar yang bergegas keluar untuk melihat situasi.

Kasi Humas Polres Inhu, Aiptu Misran, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan pihak kepolisian menerima laporan dari masyarakat tidak lama setelah api mulai membesar dan menyebar ke sejumlah bangunan di sekitarnya.

Berdasarkan keterangan sejumlah saksi di lokasi, sumber api pertama kali terlihat berasal dari sebuah warung lotek milik Butet. Dalam waktu singkat, api dengan cepat merambat ke bangunan lain di sekelilingnya. Kondisi angin yang cukup kencang serta material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar membuat kobaran api semakin sulit dikendalikan.

Api kemudian menjalar ke berbagai jenis usaha yang berada berdampingan di kawasan pasar tersebut. Toko dan kios yang terbakar terdiri dari beragam jenis usaha, mulai dari kios sembako milik Wita, Mie Ayam Bakso Bukde Ima, kios rempah milik Adang Apuk, kios pangkas rambut milik Saran, hingga toko kebutuhan harian milik Ize dan Tanjung.

Kerugian akibat kebakaran ini diperkirakan sangat besar. Pasalnya, selain kios kebutuhan pokok dan usaha kuliner, terdapat pula lima toko emas yang ikut dilalap si jago merah. Toko Emas Anugrah Baru, Harapan Baru, Bintang Harapan, Sinar Agung milik H. Safrudin, serta Toko Murni Baru dilaporkan mengalami kerusakan parah dan kini hanya menyisakan puing-puing bangunan.

Mendapatkan laporan kebakaran, aparat kepolisian bersama petugas pemadam kebakaran segera menuju lokasi kejadian. Proses pemadaman dilakukan secara bersama-sama dengan bantuan warga sekitar. Di tengah kondisi malam yang gelap, petugas berupaya keras melokalisir api agar tidak menjalar ke kawasan permukiman padat penduduk yang berada tidak jauh dari pasar.

Setelah api berhasil dikendalikan, polisi langsung memasang garis polisi di sekitar area yang terdampak kebakaran guna kepentingan penyelidikan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan proses olah tempat kejadian perkara dapat berjalan dengan baik tanpa gangguan.

Sejauh ini, tiga orang saksi telah dimintai keterangan oleh petugas, yakni Nanda, Edo, dan Nanda Saputra. Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui secara rinci kronologi kejadian sekaligus menelusuri sumber awal kebakaran yang menyebabkan belasan tempat usaha ludes terbakar.

Beruntung, dalam musibah yang terjadi di bulan Ramadan ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, kerugian material yang dialami para pedagang dipastikan cukup besar, meskipun nominal pastinya masih dalam tahap pendataan.

Penyebab kebakaran hingga kini masih dalam proses penyelidikan oleh tim Inafis. Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat meninggalkan bangunan dalam keadaan kosong. Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak akan pentingnya langkah pencegahan demi menghindari musibah serupa di masa

 mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Kebakaran Malam Ramadan di Inhu, 13 Tempat Usaha Tinggal Puing

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!