RIAU - Sebaran pemukiman rawan banjir di Provinsi Riau masih menjadi perhatian karena mencakup hampir seluruh kabupaten dan kota. Kawasan yang berada di sepanjang aliran sungai besar serta daerah pesisir tercatat memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi dibanding wilayah lainnya.
Wilayah yang paling rentan berada di daerah hilir Sungai Kampar, Sungai Siak, Sungai Rokan, dan Sungai Indragiri.
Selain itu, kawasan pesisir yang dipengaruhi pasang surut air laut juga berpotensi mengalami banjir, terutama saat curah hujan tinggi terjadi dalam waktu bersamaan.
Di Kabupaten Bengkalis, sejumlah kecamatan yang masuk kawasan rawan banjir antara lain Siak Kecil, Talang Muandau, Mandau, Bathin Solapan, dan Bantan.
Baca juga: Waspada Musim Hujan! Ini Daftar Daerah Rawan Banjir di Riau
Karakteristik wilayah yang didominasi dataran rendah membuat kawasan tersebut lebih mudah mengalami genangan saat debit air meningkat.
Kabupaten Kepulauan Meranti juga termasuk daerah yang memiliki risiko banjir cukup tinggi.
Kondisi geografis yang berada di wilayah pesisir menyebabkan beberapa kawasan permukiman rentan terdampak ketika curah hujan tinggi bertepatan dengan pasang air laut.
Di Kabupaten Rokan Hulu, ancaman banjir sering dipicu meluapnya Sungai Batang Labuh yang mengalir melewati sejumlah kawasan pemukiman. Sementara di Kabupaten Rokan Hilir, wilayah pesisir seperti Bagansiapiapi menghadapi risiko banjir akibat kombinasi hujan lebat dan sistem drainase yang terbatas.
Kota Pekanbaru menjadi salah satu daerah yang kerap mengalami banjir perkotaan. Kawasan Binawidya, Sidomulyo, serta sejumlah wilayah di sekitar Sungai Sail dan Sungai Siak termasuk daerah yang sering terdampak genangan saat hujan berintensitas tinggi mengguyur kota.
Di Kabupaten Kampar, luapan Sungai Kampar dan Sungai Subayang menjadi faktor utama penyebab banjir. Wilayah Kampar Kiri dan Kampar Kiri Hulu merupakan daerah yang cukup sering terdampak ketika debit air sungai meningkat.
Sementara itu, Kabupaten Indragiri Hulu dan Indragiri Hilir menghadapi ancaman banjir dari dua sumber sekaligus, yakni curah hujan tinggi dan pengaruh pasang air laut.
Kondisi tersebut membuat sejumlah pemukiman di kedua wilayah tersebut berpotensi mengalami genangan dalam skala cukup luas.
Banjir di Riau umumnya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Curah hujan yang tinggi menjadi pemicu utama meningkatnya volume air di sungai dan saluran drainase.
Ketika kapasitas sungai tidak mampu menampung debit air yang datang dari wilayah hulu, air akan meluap ke kawasan pemukiman.
Selain itu, berkurangnya daerah resapan akibat perubahan penggunaan lahan turut meningkatkan risiko banjir.
Air hujan yang tidak terserap dengan baik akan langsung mengalir ke sungai dan saluran drainase sehingga mempercepat terjadinya genangan.
Di kawasan perkotaan, kondisi drainase yang tidak optimal juga menjadi penyebab banjir. Saluran yang mengalami pendangkalan atau tersumbat membuat aliran air tidak berjalan lancar sehingga genangan lebih mudah terbentuk saat hujan deras.
Dengan banyaknya wilayah yang berada di kawasan rawan banjir, masyarakat di berbagai daerah di Riau diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama saat musim penghujan dan ketika terjadi peningkatan debit air sungai maupun pasang air laut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: