Senin, 15 JUNI 2026 • 00:36 WIB

Menelusuri Jejak Sejarah! Daftar Peninggalan Kerajaan Gunung Sahilan di Provinsi Riau

Author

Istana Kerajaan Gunung Sahilan (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Kerajaan Gunung Sahilan menjadi salah satu kerajaan Melayu bersejarah di Provinsi Riau yang meninggalkan berbagai warisan budaya dan benda pusaka bernilai tinggi. 

Kerajaan yang berdiri sejak abad ke-16 hingga berakhir pada 1946 itu pernah menjadi pusat pemerintahan adat di wilayah Rantau Kampar Kiri.

Peninggalan paling menonjol dari kerajaan tersebut adalah Istana Kerajaan Gunung Sahilan yang berada di Dusun Koto Dalam, Desa Sahilan Darussalam, Kecamatan Gunung Sahilan, Kabupaten Kampar.

Bangunan berarsitektur rumah panggung khas Melayu itu hingga kini masih berdiri dan menjadi saksi perjalanan panjang sejarah kerajaan.

Istana yang seluruh dindingnya terbuat dari kayu tersebut memiliki nilai sejarah tinggi. Menurut cerita yang berkembang di masyarakat, desain interior bangunan ini dirancang oleh arsitek yang didatangkan dari Brunei Darussalam, mencerminkan kuatnya hubungan budaya Melayu pada masa itu.

Tak jauh dari kompleks istana, terdapat kompleks makam para raja yang menjadi bagian penting dari warisan Kerajaan Gunung Sahilan.

Kawasan pemakaman yang berjarak sekitar 100 meter dari istana itu menjadi tempat peristirahatan sejumlah penguasa kerajaan.

Di antaranya terdapat makam Raja Darah Putih atau Mangiang Raja Muda yang dikenal sebagai raja pertama Kerajaan Gunung Sahilan. 

Selain itu, terdapat pula makam Raja Bersusu Empat yang memiliki batu nisan berukir indah yang disebut sebagai hadiah dari Raja Aceh.

Kompleks tersebut juga menjadi lokasi makam Sultan yang Dipertuan Hitam, salah satu penguasa penting dalam sejarah kerajaan.

Selain istana dan makam kerajaan, masyarakat setempat juga mengenal Situs Gunung Ibul yang berada sekitar satu kilometer di sebelah utara istana. Situs ini dipercaya sebagai lokasi awal berkembangnya peradaban di kawasan Rantau Kampar Kiri.

Di dalam istana, berbagai benda pusaka kerajaan masih tersimpan dan dirawat sebagai bagian dari warisan sejarah.

Koleksi tersebut meliputi lelo atau meriam kecil yang dahulu digunakan sebagai alat pertahanan kerajaan, guci-guci antik, tombak kerajaan, pedang pusaka, hingga berbagai perlengkapan kebesaran raja.

Sejumlah simbol kerajaan seperti payung kebesaran, gong hitam, serta tempat tidur raja yang terbuat dari besi kuno juga masih dapat ditemukan di kompleks istana. 

Di beberapa ruangan, pengunjung dapat melihat dokumentasi foto-foto lama para sultan dan petinggi kerajaan yang menghiasi dinding bangunan.

Salah satu koleksi yang menarik perhatian pengunjung adalah guci antik yang memiliki cerita rakyat unik. Warga setempat meyakini guci tersebut memiliki fenomena yang tidak biasa, yakni air di dalamnya akan penuh saat musim kemarau dan berkurang ketika musim hujan.

Meski sempat mengalami pasang surut dan kerusakan akibat usia bangunan, Istana Gunung Sahilan kini telah direvitalisasi dan difungsikan sebagai destinasi wisata sejarah.

Keberadaannya menjadi salah satu daya tarik budaya di Kabupaten Kampar yang menyimpan jejak kejayaan kerajaan Melayu di masa lalu.

Lokasi situs bersejarah ini dapat ditempuh sekitar 70 kilometer dari Kota Pekanbaru dengan waktu perjalanan darat sekitar satu hingga dua jam, menjadikannya salah satu tujuan wisata sejarah yang menarik bagi masyarakat maupun wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat warisan budaya Melayu Riau.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU