Tarian Anak Pacu Di Ujung Perahu di Acara Pacu Jalur diSungai Singingi ( Dok. Internet)
RIAU - Tradisi Pacu Jalur Kuansing go Internasional, Tarian Anak Di Ujung Perahu Jadi Sorotan Dunia Kebanggaan budaya masyarakat Riau kembali menggetarkan dunia.
Tradisi Pacu Jalur, balapan perahu tradisional yang berasal dari Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, tak hanya memikat penonton lokal, tapi kini viral dan mendunia,Kamis (3/07/2025).
Salah satu elemen paling menarik dari tradisi ini tarian anak kecil di ujung perahu yang disebut Anak Pacu, kini ditiru oleh pesepakbola dunia.
Dalam video yang diunggah oleh akun resmi klub Paris Saint-Germain (PSG) di platform TikTok, terlihat para pemain PSG, termasuk bintang asal Maroko Achraf Hakimi, meniru gerakan khas tarian Anak Pacu.
Baca juga: Wisata Sejarah dan Budaya: Istana Siak Tetap Jadi Primadona Riau
Bahkan dalam video tersebut, salah satu pemain PSG tampak mengenakan pakaian menyerupai kostum Anak Pacu dan menari di ujung perahu mini replika, menirukan semangat anak-anak asli Kuansing saat lomba berlangsung.
Tarian Anak Pacu sendiri merupakan bagian dari atraksi tradisional Pacu Jalur yang sangat dinantikan penonton.
Anak kecil yang berdiri di ujung perahu biasanya mengenakan pakaian adat yang mencolok, menari sambil menunjuk arah dan menyemangati para pendayung.
Gerakan energik dan ekspresi penuh semangat anak-anak ini tidak hanya menjadi simbol semangat juang, tetapi juga menambah estetika budaya yang kuat dari acara Pacu Jalur.
Fenomena ini menjadi perhatian luas setelah video yang menampilkan Hakimi dan rekan-rekannya itu viral dan mendapat jutaan tayangan.
Banyak netizen Indonesia, terutama warga Riau, merasa bangga karena budaya mereka diapresiasi oleh tokoh publik dunia.
Riau.Indozone juga mencatat momen ini sebagai salah satu tonggak penting pengakuan global terhadap warisan budaya daerah Riau.
Pacu Jalur sendiri merupakan lomba dayung perahu tradisional yang digelar setiap tahun di Sungai Kuantan.
Jalur atau perahu yang digunakan biasanya berukuran sangat panjang, dihias indah, dan digerakkan oleh puluhan pendayung.
Event ini bukan hanya lomba, tapi pesta rakyat yang penuh semangat, seni, dan nilai-nilai sejarah.
Pacu Jalur secara resmi diakui dan ditetapkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia sebagai bagian integral dari Warisan Budaya Nasional Takbenda dari Kabupaten Kuantan Singingi Provinsi Riau sejak Tahun 2014.
Sebab, bukan hanya keindahan visualnya, tapi Pacu Jalur menyimpan nilai persatuan, sportivitas, dan kearifan lokal yang tinggi.
Kita patut bangga, karena dari sebuah sungai kecil di Kuantan Singingi, gelombang budaya Riau kini menggema hingga ke stadion-stadion besar Eropa.
Semua berkat anak kecil di ujung perahu yang menari penuh semangat — si Anak Pacu yang kini jadi ikon budaya mendunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan