Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 28 AGUSTUS 2025 • 17:52 WIB

Bupati Siak Afni Usulkan ke Menteri Raja Juli Antoni Agar Izin PT SSL Ditinjauh Ulang

Bupati Siak Afni Usulkan ke Menteri Raja Juli Antoni Agar Izin PT SSL Ditinjauh UlangBupati Perempuan Pertama di Kabupaten Siak Afni

RIAU - Konflik berkepanjangan antara masyarakat Kecamatan Mempura, Kabupaten Siak, Riau, dengan perusahaan kehutanan PT SSL semakin memanas. Bupati Siak, Afni, menyatakan kekecewaannya terhadap sikap manajemen perusahaan dan membuka opsi untuk mengusulkan pencabutan izin operasional perusahaan tersebut kepada pemerintah pusat.

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial dan disertai video,Bupati Afni menilai PT SSL tidak menunjukkan itikad baik selama proses mediasi yang telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir. Ia menyebut perusahaan tersebut justru memperkeruh suasana dan menimbulkan kerugian sosial di masyarakat, Kamis (28/08/2025).

"Setelah proses negosiasi yang berlarut-larut dan tak berujung, saatnya kita istiqomah memperjuangkan agar izin PT SSL bisa diaddendum agar konflik tidak meluas,” kata Afni dalam unggahan video yang berlokasi di sekitar Istana Siak Sri Indrapura.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa jika tidak ada penyelesaian damai dalam waktu dekat, maka pihaknya akan meminta Kementerian Hutan untuk di Tianjau ulang izin PT SSL.

"Rasanya sejak awal berdiri, PT SSL hanya mendatangkan mudarat bagi Negeri Siak. Tak terhitung sudah anak negeri yang harus berurusan dengan hukum karena konflik dengan perusahaan ini,” ujarnya.

Afni juga mengungkapkan bahwa pertemuan yang dijadwalkan antara dirinya dan pemegang saham PT SSL tidak berjalan sesuai harapan. Pertemuan yang dimaksud hanya berlangsung selama 10 menit dan diwarnai ketegangan.

"Kami saling membentak. Pemilik saham bersikap arogan dan akhirnya keluar ruangan. Seolah-olah semuanya bisa dibeli, termasuk harga diri pemimpin daerah,” kata Afni.

Ia menilai bahwa pihak manajemen PT SSL tidak memahami etika komunikasi dan tidak menghormati tata krama masyarakat Melayu.

“Petinggi perusahaan yang menemui saya tampaknya tidak memahami sopan santun dan nilai-nilai budaya lokal,” tegasnya.

Bupati Afni menyampaikan bahwa dirinya telah berkoordinasi dengan Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kabupaten Siak terkait insiden ini. Informasi lebih lanjut dan kronologi kejadian disebut akan disampaikan secara resmi dalam waktu dekat.

Unggahan Afni di media sosial menuai dukungan luas dari masyarakat dan netizen, yang menyuarakan pentingnya mempertahankan martabat daerah serta mendorong perusahaan untuk bertanggung jawab terhadap dampak sosial dan lingkungan yang ditimbulkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Bupati Siak Afni Usulkan ke Menteri Raja Juli Antoni Agar Izin PT SSL Ditinjauh Ulang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!