RIAU - Kekhawatiran terhadap maraknya peredaran narkoba mendorong warga Panipahan, Kabupaten Rokan Hilir, untuk mengambil sikap tegas.
Di tengah keterbatasan akses dan jarak tempuh yang jauh, masyarakat khususnya kaum ibu memilih bergerak dan menyuarakan perlawanan secara langsung.
Sejumlah warga Panipahan rela menempuh perjalanan ratusan kilometer menuju Halaman Kantor Gubernur Riau di Pekanbaru untuk mengikuti apel satuan tugas pemberantasan narkoba.
Perjalanan panjang tersebut tidak menyurutkan semangat mereka, justru memperkuat tekad untuk menuntut lingkungan yang bersih dari narkoba.
Salah satu perwakilan warga, Santi Sinaga, tampil menyuarakan aspirasi para perempuan di kampungnya. Ia menegaskan bahwa kehadiran mereka bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk keseriusan dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba.
Baca juga: Kapolda Riau: Narkoba Ancaman Bersama, Peristiwa Panipahan Jadi Peringatan Keras
“Kami datang dari Panipahan dengan jarak yang jauh, hanya untuk mendorong agar peredaran narkoba benar-benar diberantas,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).
Menurutnya, para ibu di Panipahan sudah tidak ingin lagi hidup dalam bayang-bayang ancaman narkoba. Mereka mendesak agar aparat menindak tegas seluruh jaringan peredaran, mulai dari pelaku kecil hingga bandar besar.
“Kami tidak mau lagi ada pengedar di kampung kami. Harus dibersihkan sampai ke akar-akarnya,” tegas Santi.
Keresahan warga bukan tanpa dasar. Dalam kehidupan sehari-hari, mereka mengaku kerap menyaksikan transaksi narkoba terjadi secara terang-terangan, bahkan di lingkungan yang seharusnya aman bagi anak-anak.
“Kami khawatir anak-anak kami akan menjadi korban. Karena di sana, transaksi sering terjadi secara terbuka,” ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat para ibu merasa tidak memiliki pilihan selain melawan. Mereka menilai, sikap diam hanya akan memperburuk situasi dan mengancam masa depan generasi muda.
Di sisi lain, kehadiran aparat keamanan seperti kepolisian dan TNI di tengah masyarakat memberikan harapan baru. Apalagi, kunjungan Kapolda Riau ke Panipahan sebelumnya dinilai membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan langsung keluhan mereka.
Warga pun berharap kunjungan tersebut tidak berhenti sebagai seremoni semata, melainkan diikuti langkah konkret dalam memberantas peredaran narkoba hingga tuntas.
Gerakan yang lahir dari keresahan para ibu rumah tangga ini menjadi bukti bahwa perang melawan narkoba bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan