Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 15 MEI 2026 • 00:15 WIB

Embung Stanum Rusak, Pemkab Kampar Bergerak ke Jakarta Minta Revitalisasi untuk Lawan Karhutla

Embung Stanum Rusak, Pemkab Kampar Bergerak ke Jakarta Minta Revitalisasi untuk Lawan KarhutlaBupati Kampar Ahmad Yuzar (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Kerusakan kawasan konservasi Embung Stanum di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, mulai menjadi perhatian serius pemerintah daerah. 

Selain berfungsi menjaga cadangan air, embung tersebut dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi saat musim kemarau.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kampar mendorong revitalisasi kawasan Embung Stanum melalui koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di Jakarta.

Bupati Kampar Ahmad Yuzar mengatakan kondisi Embung Stanum saat ini membutuhkan penanganan segera karena menyangkut fungsi lingkungan dan mitigasi bencana di wilayah sekitar.

“Kawasan konservasi Stanum memiliki peranan yang sangat strategis sebagai penyangga lingkungan serta sumber cadangan air bagi wilayah sekitarnya,” ujar Ahmad Yuzar, Kamis (14/5/2026).

Menurutnya, keberadaan embung tidak hanya berkaitan dengan konservasi air, tetapi juga berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana, terutama kebakaran lahan dan kekeringan.

"Ini juga berdampak langsung terhadap kesiapsiagaan daerah menghadapi karhutla,” ungkapnya.

Sementara itu, Yuricho Efril menilai revitalisasi Embung Stanum sangat penting untuk mendukung kebutuhan sumber air saat proses pemadaman kebakaran berlangsung.

Ia menyebut, selama ini embung menjadi salah satu titik vital bagi petugas ketika menangani kebakaran hutan, lahan maupun permukiman warga.

“Keberadaan embung memiliki fungsi vital dalam mendukung operasional pemadaman kebakaran, terutama sebagai sumber air strategis saat terjadi kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman,” kata Yuricho.

Tak hanya itu, Pemkab Kampar juga mendorong agar kawasan tersebut nantinya dikembangkan menjadi pusat terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan non kebakaran.

“Ini merupakan kebanggaan bagi kami di Dinas Damkar dan Penyelamatan dapat turut berkontribusi terkait konservasi Embung Stanum, sekaligus mendorong pembentukan center terpadu penanggulangan bencana kebakaran dan non kebakaran,” ujarnya.

Dengan revitalisasi yang terintegrasi, kawasan Embung Stanum diharapkan mampu memperkuat cadangan air daerah sekaligus meningkatkan kecepatan respons penanganan bencana di Kabupaten Kampar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERBARU

Embung Stanum Rusak, Pemkab Kampar Bergerak ke Jakarta Minta Revitalisasi untuk Lawan Karhutla

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!