RIAU - Kepolisian Daerah (Polda) Riau resmi memiliki Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) baru, yakni Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi.
Perwira tinggi Polri yang dikenal luas dengan rekam jejak tegas dalam pemberantasan premanisme dan kejahatan terorganisasi,Rabu (14/1/2025.
Prosesi sertijab berlangsung khidmat, ditandai dengan pemindahan tanda pangkat Wakapolda lama kepada yang baru, serta penandatanganan berita acara serah terima jabatan oleh kedua jenderal bintang satu tersebut.
Baca juga: Apel Terakhir Brigjen Jossy di Polda Riau, Posisi Wakapolda Resmi Digantikan Brigjen Hengki Haryadi
Serah terima jabatan Wakapolda Riau digelar di halaman Mapolda Riau, Rabu (14/1/2026), dipimpin langsung Kapolda Riau Irjen Pol Dr Herry Heryawan, SIK, MH, MHum.
Sesuai surat telegram yang dikeluarkan Mabes Polri, Brigjen Hengki menggantikan Brigjen Pol Adrianto Jossy Kusumo yang mendapat promosi jabatan sebagai Wakapolda Kalimantan Timur.
“Hari ini kita melaksanakan serah terima jabatan Wakapolda Riau dari Brigjen Jossy kepada Brigjen Hengki. Brigjen Jossy mendapat amanah baru sebagai Wakapolda Kalimantan Timur, wilayah strategis seiring hadirnya Ibu Kota Nusantara,” ujar Kapolda.
Kapolda menyampaikan bahwa mutasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier dan penguatan institusi.
“Saya mengapresiasi dedikasi pak Jossy selama bertugas di Riau, khususnya kontribusinya dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat serta penegakan hukum terhadap Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI),” kata Kapolda.
Kapolda menambahkan, sosok Brigjen Jossy, terkenal di wilayah Kabupaten Kuansing karena perannya dalam memberantas PETI.
“Beliau (Jossy, red) dikenal sebagai tokoh di Kuansing, terkait pemberantasan korupsi,” ungkap Kapolda.
Sementara itu, kehadiran Brigjen Pol Dr Hengki Haryadi sebagai Wakapolda Riau dinilai membawa energi baru dalam upaya penegakan hukum.
Perwira tinggi kelahiran Palembang, Sumatera Selatan, 16 Oktober 1974 ini dikenal publik sebagai sosok “pembasmi preman” dengan prinsip tegas bahwa negara tidak boleh kalah oleh premanisme.
Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1996 tersebut memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Tercatat, sejumlah jabatan strategis pernah diembannya, antara lain Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok, Kapolres Metro Jakarta Barat, Kapolres Metro Jakarta Pusat, hingga Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan