Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 08 FEBRUARI 2026 • 12:06 WIB

Gajah Sumatera Ditembak Mati dan Digondol Gadingnya, Kapolda Riau Turun Langsung ke Hutan Ukui

Gajah Sumatera Ditembak Mati dan Digondol Gadingnya, Kapolda Riau Turun Langsung ke Hutan UkuiKapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Duka mendalam menyelimuti Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Sabtu (7/2/2026). Di tengah hutan yang selama ini menjadi rumah satwa liar, seekor gajah Sumatera ditemukan tewas dengan cara yang sangat keji. Kepala terputus, gading raib, dan tubuhnya menyimpan luka tembak—sebuah potret brutal kejahatan terhadap alam.

Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan datang langsung ke lokasi. Kehadirannya bukan sekadar inspeksi, melainkan pesan keras bahwa negara tidak akan tinggal diam. Tragedi ini menjadi titik balik: perang terhadap pemburu satwa dilindungi resmi dimulai.

Gajah Sumatera Ditembak Mati dan Digondol Gadingnya, Kapolda Riau Turun Langsung ke Hutan UkuiFakta Terungkap: Gajah Sumatera di Ukui Pelalawan Mati Akibat Luka Tembak (Ramadhan Kurniawan putra)

Gajah malang itu ditemukan dalam posisi duduk, tak berdaya, seolah runtuh perlahan sebelum nyawanya direnggut. Tim menemukan dua proyektil logam bersarang di tubuhnya, menegaskan bahwa kematian tersebut bukan akibat alami, melainkan hasil eksekusi menggunakan senjata api. Setelah roboh, tubuh sang raksasa hutan itu dimutilasi demi mengambil gading bernilai tinggi di pasar gelap.

Baca juga: Fakta Terungkap: Gajah Sumatera di Ukui Pelalawan Mati Akibat Luka Tembak

Kapolda Riau yang akrab disapa Irjen Herimen mengaku ponselnya tak berhenti berdering sejak kabar ini menyebar. Kecaman datang dari berbagai penjuru Tanah Air, menandakan kemarahan publik atas kejahatan yang melukai rasa keadilan dan kemanusiaan.

“Saya memahami kemarahan masyarakat. Ini bukan kejahatan biasa. Ini adalah serangan terhadap identitas ekosistem Riau. Gajah bukan untuk diburu, tapi dilindungi,” tegas Herimen di lokasi, dengan nada penuh emosi.

Ia memastikan tak satu pun pelaku akan diberi ruang untuk bersembunyi. Polda Riau mengerahkan kekuatan penuh, melibatkan Satuan Brimob, Direktorat Reserse Kriminal, hingga Balai Besar KSDA Riau. 

Seluruh proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dan profesional.

Dalam pengusutan kasus ini, kepolisian mengedepankan Scientific Crime Investigation (SCI). Pendekatan berbasis sains digunakan untuk mengunci pelaku melalui bukti yang tak terbantahkan. Sampel tanah, bercak darah, hingga jaringan biologis telah diamankan untuk dianalisis secara forensik di laboratorium.

Baca juga: Bangkai Gajah Sumatra Ditemukan di Konsesi PT RAPP Pelalawan, Polisi Selidiki Dugaan Kejahatan Satwa Dilindungi

Metode ini diyakini mampu memastikan proses hukum berjalan objektif dan transparan, sekaligus menutup celah bagi pelaku untuk mengelak dari jerat hukum.

Ketegasan aparat juga diperkuat dengan penerapan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Aturan ini memberikan ancaman hukuman berat, tidak hanya bagi pelaku lapangan, tetapi juga penadah dan jaringan perdagangan gading ilegal.

“Siapa pun yang terlibat akan kami kejar. Tidak ada kompromi,” tegas Kapolda.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gajah Sumatera Ditembak Mati dan Digondol Gadingnya, Kapolda Riau Turun Langsung ke Hutan Ukui

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!