RIAU - Bulan Ramadhan menjadi momentum istimewa bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah. Selain puasa wajib di siang hari, malam Ramadhan juga dipenuhi dengan amalan sunnah yang bernilai pahala besar. Salah satu ibadah yang sangat dianjurkan adalah sholat tahajud. Ibadah yang dilakukan pada sepertiga malam terakhir ini diyakini memiliki banyak keutamaan, terlebih ketika dilaksanakan di bulan suci Ramadhan,Kamis (19/02/2026).
Sholat tahajud merupakan bagian dari qiyamul lail, yakni ibadah malam yang dilakukan setelah tidur. Berbeda dengan sholat tarawih yang dikerjakan secara berjamaah setelah sholat Isya, tahajud dilakukan secara mandiri pada waktu malam yang lebih hening. Dalam banyak riwayat, tahajud disebut sebagai kebiasaan orang-orang saleh dan menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Keutamaan Sholat Tahajud di Bulan Ramadhan
Keutamaan tahajud semakin terasa ketika dikerjakan di bulan Ramadhan. Pada bulan ini, setiap amal ibadah dilipatgandakan pahalanya. Malam Ramadhan juga memiliki keistimewaan tersendiri, termasuk adanya Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.
Berikut beberapa keutamaan sholat tahajud di bulan Ramadhan:
1. Waktu Mustajab untuk Berdoa
Sepertiga malam terakhir dikenal sebagai waktu yang paling mustajab untuk berdoa. Dalam berbagai hadis disebutkan bahwa Allah SWT turun ke langit dunia pada waktu tersebut dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon ampunan dan pertolongan.
2. Mendekatkan Diri kepada Allah
Tahajud menjadi bukti kesungguhan iman seseorang. Ketika kebanyakan orang terlelap, mereka yang bangun untuk beribadah menunjukkan kecintaan dan ketundukan kepada Sang Pencipta.
3. Menghapus Dosa dan Meningkatkan Derajat
Sholat malam diyakini dapat menghapus dosa-dosa kecil serta mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah SWT. Terlebih di bulan Ramadhan yang penuh ampunan.
4. Menenangkan Hati dan Pikiran
Selain pahala spiritual, tahajud juga memberikan dampak psikologis positif. Suasana malam yang tenang membantu seseorang lebih khusyuk dan merasakan kedamaian batin.
5. Menjadi Ciri Orang Bertakwa
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan