RIAU - Pegunungan Bukit Barisan ternyata memiliki peran yang sangat vital bagi Provinsi Riau, bukan hanya sebagai bentang alam biasa, tetapi juga sebagai benteng alami dari ancaman cuaca ekstrem, penentu kondisi geografis, hingga kawasan yang menyimpan potensi sumber daya mineral bernilai tinggi, Selasa (20/1/2026).
Hingga Januari 2026, sejumlah fakta penting mengungkap betapa strategisnya posisi dan fungsi Pegunungan Bukit Barisan bagi wilayah timur Sumatra, khususnya Riau.
Benteng Alami Penahan Cuaca Ekstrem
Secara geografis, Pegunungan Bukit Barisan berfungsi sebagai “tembok pelindung” alami bagi Riau dari ancaman cuaca ekstrem yang datang dari arah Samudra Hindia. Rangkaian pegunungan ini mampu meredam dampak langsung hujan lebat, angin kencang, hingga badai tropis.
Pada akhir 2025 lalu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan bahwa keberadaan Bukit Barisan berperan besar dalam melindungi Riau dari dampak Siklon Tropis Senyar yang melintas di barat Pulau Sumatra. Meski cuaca ekstrem melanda sejumlah wilayah, Riau relatif lebih terlindungi berkat penghalang alami tersebut.
Penentu Batas Alam dan Topografi Riau
Walaupun puncak-puncak tertinggi Pegunungan Bukit Barisan berada di provinsi tetangga seperti Sumatra Barat, lereng bagian timurnya membentang hingga masuk ke wilayah Riau. Pegunungan ini menjadi tulang punggung alami yang memisahkan dataran rendah Riau dengan wilayah pesisir barat Sumatra.
Di kawasan perbatasan Riau–Sumatra Barat, kondisi medan yang berbukit menjadikan wilayah ini sebagai jalur transportasi vital. Namun, di sisi lain, kawasan tersebut juga dikenal rawan longsor, terutama saat musim hujan.
Menyimpan Potensi Emas dan Mineral
Dari sisi geologi, Pegunungan Bukit Barisan dikenal sangat kaya akan sumber daya mineral akibat aktivitas tektonik yang membentuknya selama jutaan tahun. Sepanjang rangkaian pegunungan ini, termasuk di wilayah yang bersinggungan dengan Riau, ditemukan indikasi kandungan emas aluvial dan berbagai mineral lainnya.
Bahkan, nama kuno Pulau Sumatra, Swarnadwipa atau “Pulau Emas”, diyakini merujuk pada kekayaan emas yang tersebar di sepanjang Pegunungan Bukit Barisan sejak zaman dahulu.
Zona Penyangga Ekosistem dan Keanekaragaman Hayati
Meski Taman Nasional Bukit Barisan Selatan berada di wilayah Lampung dan Bengkulu, kawasan hutan hujan tropis di bagian Bukit Barisan yang berdekatan dengan Riau tetap memiliki peran penting sebagai zona penyangga ekosistem.
Di Provinsi Riau sendiri, kawasan konservasi utama yang menopang keanekaragaman hayati adalah Taman Nasional Tesso Nilo, yang juga menjadi bagian dari sistem ekologis penting di Pulau Sumatra.
Benteng Alam yang Perlu Dijaga
Dengan segala perannya — mulai dari pelindung iklim, penentu topografi, penyimpan kekayaan mineral, hingga penyangga ekosistem — Pegunungan Bukit Barisan bukan sekadar rangkaian pegunungan biasa. Keberadaannya menjadi aset strategis yang sangat menentukan keberlanjutan lingkungan dan keselamatan wilayah Riau.
Para ahli mengingatkan, kerusakan kawasan Bukit Barisan akibat deforestasi, tambang ilegal, dan perambahan hutan berpotensi menghilangkan fungsi vitalnya sebagai benteng alami Sumatra.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan