Selasa, 10 FEBRUARI 2026 • 09:37 WIB

Tradisi Imlek di Pekanbaru yang Masih Dilestarikan hingga Kini

Author

Imlek 2026 (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Perayaan Tahun Baru Imlek di Kota Pekanbaru tidak hanya menjadi momen pergantian tahun bagi masyarakat Tionghoa, tetapi juga sarat dengan nilai budaya dan tradisi yang terus dijaga dari generasi ke generasi,Selasa (10/02/2026).

Di tengah modernisasi dan perubahan zaman, berbagai tradisi Imlek di Pekanbaru masih dilestarikan sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus identitas budaya.
Salah satu tradisi yang paling menonjol adalah kegiatan sembahyang di kelenteng.

Menjelang dan saat perayaan Imlek, sejumlah kelenteng di Pekanbaru seperti Kelenteng Hoo Ann Kiong dan beberapa vihara lainnya dipadati umat yang datang untuk berdoa. 

Mereka memanjatkan harapan akan kesehatan, rezeki, dan keharmonisan keluarga di tahun yang baru. Aroma dupa yang khas serta suasana khidmat menjadi pemandangan rutin setiap Imlek tiba.

Selain sembahyang, tradisi membersihkan rumah juga masih dijalankan oleh banyak keluarga Tionghoa di Pekanbaru. Membersihkan rumah sebelum Imlek dipercaya sebagai simbol membuang kesialan dan menyambut keberuntungan baru.

Namun, setelah hari Imlek tiba, sebagian masyarakat menghindari aktivitas menyapu rumah karena diyakini dapat “membuang” rezeki yang baru datang.

Tradisi berbagi angpao juga menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari perayaan Imlek. Angpao yang berisi uang diberikan kepada anak-anak, remaja, hingga orang yang belum menikah sebagai simbol doa dan harapan baik. 

Di Pekanbaru, tradisi ini tidak hanya berlangsung di lingkungan keluarga, tetapi juga sering terlihat di lingkungan sosial dan komunitas Tionghoa.

Tak kalah penting, sajian kuliner khas Imlek masih menjadi tradisi yang dijaga. Hidangan seperti kue keranjang, ikan, mie panjang umur, dan aneka makanan khas lainnya selalu hadir di meja makan. Setiap makanan memiliki makna tersendiri, mulai dari lambang kemakmuran, umur panjang, hingga kebahagiaan keluarga.

Menariknya, perayaan Imlek di Pekanbaru juga mencerminkan nilai toleransi. Masyarakat dari berbagai latar belakang turut merasakan kemeriahan Imlek, baik melalui kunjungan silaturahmi, festival budaya, maupun pertunjukan barongsai yang sering digelar di pusat-pusat perbelanjaan dan ruang publik.

Pelestarian tradisi Imlek di Pekanbaru menjadi bukti bahwa keberagaman budaya dapat hidup berdampingan secara harmonis. Di tengah perkembangan kota yang semakin modern, tradisi Imlek tetap menjadi bagian penting dari kekayaan budaya Pekanbaru yang patut dijaga dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU