RIAU - Nama Kasmarni menjadi salah satu figur penting dalam perjalanan pemerintahan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau. Ia tercatat sebagai bupati perempuan pertama yang memimpin daerah berjuluk Negeri Junjungan tersebut dan Bupati Perempua pertama Di Provinsi Riau, sekaligus kembali terpilih untuk masa jabatan kedua pada periode 2024–2029.
Kasmarni resmi dilantik sebagai Bupati Bengkalis untuk periode keduanya pada Februari 2025 dalam pelantikan kepala daerah serentak oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Sebelumnya, ia telah menjabat sebagai Bupati Bengkalis periode 2021–2024 bersama wakilnya, Bagus Santoso, Senin (9/03/2026).
Biodata Singkat
Kasmarni lahir di Pekanbaru pada 14 November 1974. Ia dikenal sebagai sosok birokrat yang meniti karier dari bawah hingga akhirnya dipercaya memimpin Kabupaten Bengkalis.
Dalam kehidupan keluarga, Kasmarni merupakan istri dari Amril Mukminin yang pernah menjabat sebagai Bupati Bengkalis periode 2016–2021. Dari pernikahan tersebut, salah satu anaknya adalah Septian Nugraha yang saat ini menjabat sebagai Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis.
Riwayat Pendidikan
Kasmarni menempuh pendidikan tinggi di Universitas Riau. Ia menyelesaikan pendidikan Strata Satu (S1) pada jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Selanjutnya, ia melanjutkan studi ke jenjang Strata Dua (S2) dengan mengambil program Magister Manajemen Publik di universitas yang sama.
Bekal pendidikan tersebut menjadi dasar dalam perjalanan kariernya sebagai aparatur sipil negara dan pemimpin daerah.
Karier Birokrasi
Sebelum terjun ke dunia politik, Kasmarni dikenal sebagai seorang birokrat yang memiliki pengalaman panjang di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bengkalis. Ia memulai kariernya sebagai staf di Kantor Camat Pinggir.
Seiring waktu, kariernya terus menanjak. Ia pernah dipercaya menjabat sebagai Sekretaris Camat Pinggir sebelum akhirnya diangkat menjadi Camat Pinggir. Jabatan tersebut membuat Kasmarni tercatat sebagai camat perempuan pertama di Kabupaten Bengkalis.
Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bengkalis serta Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia.
Pengalaman panjang di birokrasi tersebut menjadi modal penting bagi Kasmarni dalam memahami berbagai persoalan pembangunan daerah dan pelayanan masyarakat.
Perjalanan Politik
Perjalanan politik Kasmarni dimulai ketika ia mencalonkan diri dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Bengkalis 2020. Saat itu ia berpasangan dengan Bagus Santoso.
Pasangan ini berhasil memenangkan Pilkada dan dilantik sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bengkalis pada 26 Februari 2021.
Pada Pilkada 2024, Kasmarni kembali maju dan berhasil memperoleh dukungan mayoritas masyarakat sehingga kembali terpilih untuk memimpin Kabupaten Bengkalis hingga 2029.
Kepercayaan yang kembali diberikan masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya dukungan terhadap kepemimpinan Kasmarni selama periode pertama.
Visi dan Program Unggulan
Dalam kepemimpinannya, Kasmarni mengusung visi pembangunan Kabupaten Bengkalis yang “Bermarwah, Maju, dan Sejahtera (BERMASA)”.
Untuk mewujudkan visi tersebut, pemerintah daerah meluncurkan sejumlah program unggulan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
Salah satu program yang cukup dikenal adalah Program Dana 1 Miliar 1 Desa/Kelurahan/Kecamatan, yaitu bantuan keuangan khusus dari pemerintah daerah untuk mempercepat pembangunan di tingkat desa dan kelurahan.
Selain itu, terdapat juga program Kartu Bengkalis Sejahtera yang ditujukan untuk memberikan jaminan sosial serta membantu masyarakat kurang mampu dalam mendapatkan layanan kesehatan dan bantuan sosial.
Di sektor pembangunan, pemerintah daerah juga fokus pada peningkatan infrastruktur, termasuk pembangunan dan penuntasan jalan lingkar serta peningkatan akses transportasi antarwilayah di Kabupaten Bengkalis.
Kepemimpinan Perempuan di Negeri Junjungan
Sebagai bupati perempuan pertama di Kabupaten Bengkalis, kepemimpinan Kasmarni menjadi catatan penting dalam sejarah pemerintahan daerah tersebut.
Ia dinilai berhasil membuka ruang yang lebih luas bagi peran perempuan dalam kepemimpinan dan pengambilan kebijakan publik di daerah.
Dengan pengalaman birokrasi yang panjang serta dukungan masyarakat yang kuat, Kasmarni kini kembali memimpin Kabupaten Bengkalis untuk periode kedua dengan harapan dapat melanjutkan pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Negeri Junjungan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan