Selasa, 14 APRIL 2026 • 12:46 WIB

Kapan Harus Membaca Talbiyah? Ini Hukum dan Makna Kalimat Labbaik Allahumma Labbaik

Author

Ka’bah (Ramadhan Kurniawan putra)

RIAU - Talbiyah menjadi bacaan utama yang terus dikumandangkan oleh jamaah saat menjalankan ibadah haji maupun umrah.

Jamaah memulai bacaan ini sejak mengenakan ihram di miqat hingga mencapai tahallul, yaitu saat menyelesaikan rangkaian inti ibadah.

Para ulama menetapkan hukum membaca talbiyah sebagai sunnah muakkad atau sangat dianjurkan. 

Bahkan, sebagian ulama mewajibkan bacaan ini karena kandungan maknanya yang menegaskan kepatuhan seorang hamba kepada Allah SWT.
Bacaan Talbiyah yang Shahih
Lafazh Arab dan Latin

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ
Latin:
“Labbaikallahumma labbaik, labbaika la syarika laka labbaik, innal-hamda wan-ni‘mata laka wal-mulk, la syarika lak.”

Arti dan Makna

“Aku penuhi panggilan-Mu ya Allah, aku penuhi panggilan-Mu. Aku penuhi panggilan-Mu, tiada sekutu bagi-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

Kalimat ini menegaskan tauhid atau pengesaan Allah, sekaligus menjadi bentuk penyerahan diri total seorang hamba. 

Jamaah yang melafalkannya menunjukkan kesiapan memenuhi panggilan Allah SWT untuk beribadah di Tanah Suci

Waktu Membaca Talbiyah
Awal Bacaan

Jamaah mulai membaca talbiyah segera setelah berniat ihram di miqat atau sebelum melewati batas miqat.

Waktu Berhenti

• Umrah: Jamaah menghentikan talbiyah saat akan memulai thawaf dan melihat Ka’bah.
• Haji: Jamaah berhenti membaca talbiyah ketika mulai melempar Jumrah Aqabah pada 10 Dzulhijjah.

Waktu yang Dianjurkan Memperbanyak

Jamaah dianjurkan memperbanyak talbiyah dalam berbagai kondisi, seperti saat naik atau turun kendaraan, ketika berpapasan dengan rombongan lain, pada siang maupun malam hari, serta setelah menunaikan salat.

Aturan dalam Membaca Talbiyah

Suara Laki-laki dan Perempuan

• Laki-laki: Dianjurkan mengeraskan suara sebagai syiar ibadah.
• Perempuan: Dianjurkan membaca dengan suara lirih, cukup terdengar oleh diri sendiri.

Pengulangan Bacaan

Jamaah dianjurkan mengulang talbiyah secara terus-menerus tanpa jeda panjang. Pengulangan ini memperkuat suasana spiritual selama menjalankan ibadah.

Makna Sejarah dan Nilai Tauhid

Sejarah mencatat, Nabi Ibrahim AS pertama kali mengumandangkan seruan haji atas perintah Allah SWT. Seruan tersebut kemudian dijawab oleh umat manusia sepanjang zaman melalui kalimat talbiyah.

Kalimat “labbaik” menjadi simbol kepatuhan abadi umat Islam. 

Jamaah menegaskan bahwa seluruh pujian, nikmat, dan kekuasaan hanya milik Allah semata. Dengan demikian, talbiyah tidak hanya menjadi bacaan ritual, tetapi juga pernyataan iman dan totalitas penghambaan kepada Allah SWT.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERBARU