RIAU - Di tengah maraknya toko buku modern dan platform digital, berburu buku bekas masih menjadi pilihan favorit bagi banyak mahasiswa, pelajar, hingga kolektor literatur lawas di Kota Pekanbaru.
Selain menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau, sejumlah lapak buku bekas di ibu kota Provinsi Riau ini juga menyimpan berbagai koleksi langka yang sulit ditemukan di pasaran.
Sebagian besar penjual buku bekas legendaris di Pekanbaru tersebar di kawasan pasar tradisional dan trotoar jalan protokol.
Lokasi-lokasi tersebut menjadi tujuan utama para pencinta buku yang ingin mendapatkan bacaan berkualitas dengan harga ramah kantong.
Salah satu pusat buku bekas paling terkenal berada di kawasan Jalan Jenderal Ahmad Yani atau yang dikenal masyarakat sebagai Pasar Kodim.
Baca juga: Cari Buku Pelajaran atau Novel Langka? Kunjungi Sentra Buku Bekas di Pekanbaru
Lapak-lapak yang berjejer di trotoar kawasan Padang Bulan, Kecamatan Senapelan, telah menjadi destinasi berburu buku sejak puluhan tahun lalu.
Di lokasi ini, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis buku mulai dari novel lawas, buku motivasi, majalah edisi lama, hingga buku pelajaran sekolah dan kuliah.
Salah satu pelapak yang cukup dikenal adalah Agus, yang disebut telah berjualan buku bekas sejak tahun 1990.
Harga buku yang ditawarkan pun relatif murah, berkisar antara Rp5.000 hingga Rp25.000 per buku, tergantung kondisi fisik dan kelangkaannya.
Tidak jarang para kolektor menemukan novel cetakan pertama maupun majalah lawas yang memiliki nilai historis.
Selain kawasan Pasar Kodim, pencari buku murah juga dapat mengunjungi kawasan Jalan Teratai yang berada tidak jauh dari Plaza The Central.
Di sepanjang jalan tersebut terdapat sejumlah toko buku dan ruko yang menjual berbagai buku referensi dengan harga bersaing.
Baca juga: Surga Buku Murah! Ini Rekomendasi Toko Buku Bekas Terlengkap di Pekanbaru
Kawasan ini dikenal sebagai salah satu lokasi favorit mahasiswa karena menyediakan buku penunjang perkuliahan, diktat lama, hingga buku umum yang masih relevan digunakan sebagai referensi akademik.
Bagi masyarakat yang menginginkan suasana berbelanja lebih nyaman, sejumlah toko buku independen di Pekanbaru juga menawarkan berbagai pilihan buku dengan harga terjangkau. Salah satunya adalah Toko Buku Budi yang berada di Jalan Jenderal Sudirman.
Toko buku legendaris tersebut menyediakan beragam buku pelajaran, buku agama, alat tulis, hingga buku stok lama yang dijual dengan harga diskon. Pembeli bahkan kerap mendapatkan bonus sampul plastik secara gratis.
Alternatif lainnya adalah Bookstore Zanafa yang berlokasi di kawasan Metropolitan City (MTC) Giant, Simpang Baru.
Berkat posisinya yang dekat dengan kawasan kampus, toko ini menjadi salah satu destinasi favorit mahasiswa Universitas Riau maupun UIN Suska Riau.
Meski lebih banyak menjual buku baru, toko tersebut sering mengadakan program cuci gudang dan diskon besar untuk berbagai buku referensi akademik maupun buku umum.
Para pemburu buku bekas juga disarankan untuk menerapkan teknik tawar-menawar, terutama saat berbelanja di lapak trotoar Jalan Ahmad Yani. Banyak pedagang yang masih membuka ruang negosiasi harga, terlebih jika pembeli membeli beberapa buku sekaligus.
Selain itu, masyarakat dapat memanfaatkan berbagai bazar buku murah yang rutin digelar di Pekanbaru.
Salah satunya adalah bazar buku berskala besar yang menghadirkan jutaan buku dengan harga mulai dari Rp1.000 per eksemplar.
Di era digital saat ini, sebagian kolektor juga mulai memanfaatkan marketplace untuk mencari buku-buku langka.
Berbagai toko buku bekas asal Pekanbaru kini aktif menjual koleksinya secara daring sehingga memudahkan pembeli mendapatkan literatur tanpa harus datang langsung ke lokasi.
Dengan banyaknya pilihan lokasi dan harga yang terjangkau, Pekanbaru masih menjadi salah satu kota yang ramah bagi para pencinta buku.
Bagi mahasiswa, pelajar, maupun kolektor, berburu buku bekas tidak hanya menjadi cara menghemat pengeluaran, tetapi juga pengalaman menarik dalam menemukan berbagai karya yang sudah sulit ditemui di pasaran.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan